Baca RSS Feed lebih menyenangkan dengan Reeder 3

Salah satu hal yang saya lakukan setiap pagi sebelum mandi adalah membaca berita melalui RSS. Saya menggunakan layanan Feed Wrangler sebagai feed agregator. Salah satu keuntungan menggunakan feed agregator adalah saya dapat menambahkan feed baik dari portal berita online ataupun blog favorit. Dengan demikian saya selalu mengetahui artikel atau postingan terbaru langsung dari layanan feed agregator tersebut. Membaca RSS di perangkat iPhone, iPad dan Mac lain lagi ceritanya. Ada banyak pilihan aplikasi RSS reader yang bisa digunakan namun pilihan saya jatuh kepada Reeder 3 dari Silvio Rizzi.

Aplikasi Reeder 3 bisa digunakan baik di iPhone atau iPad. Untuk di Mac, kamu bisa menggunakan Reeder 3. Seperti generasi sebelumnya, Reeder 3 sudah mendukung beberapa layanan feed agregator seperti Feedly, Feed Wrangler, Fever, dsb. Kalau kamu tak memiliki layanan feed agregator, kamu bisa memiliki lokal RSS dalam aplikasinya. Reeder 3 mengusung tampilan datar sejak updatenya di era iOS 7.

Selain untuk membaca RSS, Reeder juga bisa dipakai sebagai Instapaper client. Salah satu faktor yang membuat saya sangat menyukai Reeder 3 adalah desain aplikasinya yang konsisten antar iOS dan Mac. Pada bagian bawah aplikasi iOSnya terdapat tiga tab, Starred, Unread dan All Items yang cukup menjelaskan isi dari ketiga tab tersebut.

Fitur kustomisasi di Reeder 3 pun terasa cukup bagi saya. Tersedia beberapa tema mulai dari yang terang hingga gelap untuk kenyamanan membaca di malam hari. Tak suka membaca berita dengan font bawaan iOS? Jangan khawatir, sudah ada beberapa font pilihan yang disediakan dan bisa kamu ganti. Besar kecilnya huruf juga bisa diatur sesuai selera.

Baca RSS Feed lebih menyenangkan dengan Reeder 3 di iPhone, iPad dan Mac

Untuk membagikan sebuah artikel dari RSS, Reeder 3 menyediakan banyak pilihan. Mulai dari Pocket, Twitter, Facebook, Message, Instapaper, Buffer, App.net, dll. Jika dirasa kurang, terdapat share extensions yang bisa juga kamu gunakan untuk membagikan sebuah artikel.

Baca RSS Feed lebih menyenangkan dengan Reeder 3 di iPhone, iPad dan Mac

Navigasi di Reeder 3 pun kebanyakan mengandalkan swipe gesture. Contohnya jika sedang membaca sebuah artikel, saya tak perlu kembali ke daftar artikel yang tersedia namun cukup swipe ke atas untuk menampilkan artikel selanjutnya.

Membaca RSS lewat Reeder 3 memang menyenangkan meski demikian aplikasi ini jarang sekali mendapat update dari sang pengembang. Update terakhir yang diterima Reeder 3 pada November 2015 yang lalu dengan tambahan dukungan untuk iPad Pro, 3D Touch, iOS 9 Split View dan Safari View Controller. Saya sendiri sangat merekomendasikan Reeder 3 sebagai RSS reader apabila kamu membaca melalui RSS. Give it a try and you’ll like it.

Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro

Minggu lalu saya sudah membahas sedikit tentang Launch Center Pro yang bisa digunakan untuk scan QR Code. Nah, pada artikel kali ini saya akan membahas kembali salah satu kegunaan Launch Center Pro yaitu melakukan pencarian di sebuah web dengan cepat. Let’s say kita mau mencari sesuatu di Wikipedia. Hal yang umum dilakukan ialah membuka Safari, ketik alamat web Wikipedia, tap pada kotak pencarian, ketik yang ingin kita cari lalu search. Cukup panjang bukan? Nah, tidak lagi bila kamu telah menggunakan Launch Center Pro.

Tidak hanya Wikipedia, kamu bisa mengatur IMDB, Bing, Amazon, eBay atau sebuah blog pribadi di Launch Center Pro untuk mempercepat pencarian. Tips kali ini saya akan membahas bagaimana caranya memlakukan pencarian dengan cepat di Wikipedia menggunakan Launch Center Pro. Caranya:

Mengatur actions pencarian di Wikipedia pada Launch Center Pro

  1. Untuk membuat action baru di Launch Center Pro, tap bergambar pensil di pojok kanan atas lalu tap “+” pada grid/ kotak yang kosong untuk membuat action baru
  2. Pada bagian Action, tap Action Composer
  3. Pilih System Actions dan scroll ke bawah hingga menemukan Safari
  4. Pada pilihan Safari action yang muncul, pilih Wikipedia Search
  5. Ketik nama yang ingin digunakan sebagai nama action. Selanjutnya pada kolom Query, pilih pada tombol bergambar kotak paling kiri diatas keyboard dan pilih Keyboard Prompt. Keyboard Prompt ini nantinya berfungsi untuk menampilkan kotak dialog untuk memasukkan kata yang ingin dicari.
  6. Tap Done hingga kembali ke tampilan grid action
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro

Menggunakan actions pencarian di Wikipedia

  1. Tap pada action yang baru saja dibuat
  2. Pada kotak dialog yang muncul, isi kata yang ingin dicari di Wikipedia
  3. Tap Launch
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro
Permudah pencarian di Wikipedia dengan Launch Center Pro

Selanjutnya Safari akan terbuka dan menampilkan hasil pencarian yang kamu lakukan.

Selain Wikipedia, anda juga bisa melakukan pencarian di beberapa website lainnya seperti eBay, Amazon, DuckDuckGo, dsb. Launch Center Pro bukan hanya sekedar launcher namun dapat sebagai jalan pintas untuk mempercepat pekerjaan di iOS.

Sebelum postingan ini berakhir, saya ingin membagikan kabar gembira. Ada 2 promo code Launch Center Pro yang akan saya bagikan secara gratis bagi para pembaca UNAPPOLOGETIC. Caranya pun mudah sekali, silakan add akun Line UNAPPOLOGETIC di tautan ini. Nanti di hari Rabu saya akan membagikan 2 promo code Launch Center Pro lewat akun line UNAPPOLOGETIC.

Scan QR Code pakai iPhone dengan Launch Center Pro

Ketika berjalan-jalan di mal, entah itu berbelanja atau makan saya sering menemukan beberapa layanan yang menawarkan aplikasi mobilenya. Aplikasi mobile baik itu di App Store maupun Google Play Store biasanya dihadirkan dalam bentuk QR code. Kamu cukup memindainya dengan menggunakan kamera untuk mengunduh aplikasi tersebut. Sayangnya, aplikasi Camera di iOS belum ada memiliki kemampuan memindai QR code secara langsung. Nah, solusinya adalah dengan menggunakan Launch Center Pro.

Baca selengkapnya

Pakai Safari di Mac? Ini dia 5 Safari extensions yang wajib install

Safari mungkin jadi salah satu browser yang paling sering saya gunakan dalam keseharian. Meski saya memiliki Firefox di Mac namun untuk browsing-browsing saya lebih menyukai menggunakan Safari. History dan bookmark yang tersinkronisasi ke perangkat Apple lainnya menjadi salah satu alasan utama. Meski Safari sudah semakin canggih dengan tiap update yang dikeluarkan oleh Apple namun saya masih menginstall beberapa extensions untuk mendapatkan fungsionalitas tambahan.

Setidaknya ada 5 extensions yang menurut saya wajib untuk kamu install pada Safari. Selain memperlancar kegiatan browsing, kelima extensions ini juga dapat membantumu bekerja lebih efektif dan efisien. Apa saja?

Ghostery

Pakai Safari di Mac? Ini dia 5 Safari extensions yang wajib install

Ghostery ibarat content blocker di Mac yang bisa kamu install pada Safari. Ghostery dapat memblokir iklan, widgets sosial, serta pelacak dan scripts yang ada di sebuah situs. Update yang diterima oleh Ghostery cukup sering dan kini sudah terdiri dari ribuan databse tracker dan script yang dapat diblokir.

Setelah diinstall, Ghostery akan menampilkan jumlah scripts, trackers, dan iklan yang diblok dari sebuah situs pada ikonnya. Cara pengaturannya pun mudah, install Ghostery, lalu pilih iklan, scripts dan trackers yang ingin diblokir atau pilih saja semuanya lalu aktifkan. Jika ada situs yang tidak ingin diblokir oleh Ghostery, tinggal whitelist saja di pengaturan yang disediakan.

AutoPagerize

Pakai Safari di Mac? Ini dia 5 Safari extensions yang wajib install

Seperti yang kita tahu, hasil pencarian dari search engine biasanya dapat lebih dari satu halaman. Nah, kalau kamu males klik Next atau laman selanjutnya silakan install AutoPagerize. AutoPagerize menghilangkan pembagian halaman baik itu sebuah hasil pencarian, forum, blog sehingga kamu cukup scroll ke bawah untuk memuat laman selanjutnya.

Recent Tab List

Pakai Safari di Mac? Ini dia 5 Safari extensions yang wajib install

Recent Tab List sesuai namanya akan menambahkan sebuah tombol di samping address bar untuk menampilkan daftar tab-tab yang Anda buka. Selain daftar tab yang sedang terbuka, Recent Tab List juga dapat menampilkan daftar tab yang baru saja ditutup. Tak perlu lagi bingung untuk membuka kembali laman web yang secara tak sengaja tertutup.

NoMoreiTunes

Pakai Safari di Mac? Ini dia 5 Safari extensions yang wajib install

Bagi saya yang sering cari aplikasi melalui browser kadang suka merasa kesal oleh ulah Mac yang secara otomatis membuka iTunes ataupun Mac App Store ketika melihat sebuah aplikasi dari web browser. Untuk itulah saya menginstall NoMoreiTunes. Seperti namanya, NoMoreiTunes mencegah redirect baik ke iTunes Store atau Mac App Store. Kalau ingin melihat informasi lebih lanjut, tinggal klik Open in iTunes.

1Password

Pakai Safari di Mac? Ini dia 5 Safari extensions yang wajib install

Sebenarnya yang satu ini bukan benar-benar extensions melainkan perpanjangan dari aplikasi 1Password yang juga saya gunakan di perangkat iOS dan Mac. 1Password saya gunakan untuk mengelola akun-akun dan password yang saya miliki. Dengan extensionnya yang terinstall di Safari, saya tak perlu repot-repot mengisi username/ email dan password untuk login ke sebuah web. Selain tak perlu mengingat-ingat password, 1Password juga berguna untuk membuat password yang kuat dan tidak mudah ditebak.

Meski Safari semakin canggih, kehadiran extension di atas membuat penggunaan Safari semakin nyaman. Lebih lagi, browsing-browsing juga semakin menyenangkan.

DeskConnect, permudah transfer file antar iPhone, iPad dan Mac

Apple sudah menyiapkan AirDrop, sebagai sarana bertukar file antara perangkat iPhone, iPad dan Mac. Penggunaanya pun mudah, cukup aktifkan AirDrop dari Control Center dan kamu sudah bisa menerima file dari yang dikirimkan. AirDrop menggunakan koneksi Bluetooth dan Wifi sebagai sarana transfer file. Sayangnya, akhir-akhir ini AirDrop di iPhone dan iPad saya sering tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Seringnya iPhone atau iPad tidak bisa menemukan perangkat lainnya padahal AirDrop sudah diaktfikan. Untuk itulah saya menggunakan DeskConnect sebagai aplikasi alternatif pengganti AirDrop.
<!–more–>

DeskConnect masih satu famili dengan Workflow, aplikasi otomasi di iOS. Sama seperti AirDrop, kamu bisa mengirimkan gambar, foto, tautan, lokasi peta dan berbagai file lainnya antar perangkat Apple. Menggunakan DeskConnect pun cukup mudah, tinggal buat akun dari aplikasinya dan Anda sudah siap mengirimkan file ke perangkat Apple yang juga memiliki DeskConnect dengan akun yang sama.

Aplikasi dan pendaftaran akun DeskConnect bisa didapatkan secara gratis. Untuk mengirim file, foto atau tautan tak perlu membuka aplikasinya. DeskConnect memiliki share extension yang dapat kamu aktifkan sehingga mempermudah pengiriman file dari aplikasi manapun.

DeskConnect, permudah transfer file antar iPhone, iPad dan Mac
Kirim tautan via DeskConnect share extensions dari Safari

Untuk mengirim link dari Safari, cukup tekan tombol Share dan pilih ikon aplikasi DeskConnect. Begitupun dengan mengirim foto, cukup pilih beberapa foto yang akan dikirim, tekan share dan pilih DeskConnect. Kamu bisa memilih perangkat tertentu yang dituju ataupun ke semua perangkat sekaligus.

DeskConnect, permudah transfer file antar iPhone, iPad dan Mac
Kirim foto via DeskConnect share extensions dari Camera Roll

Pada aplikasinya di Mac, DeskConnect hadir di menu bar dan Anda bisa memilih file-file tertentu untuk dibuka dan disimpan. File yang diterima di Mac disimpan selama 30 hari sebelum dihapus dan kalau kamu ingin melihat semua file yang sudah diterima di Mac tinggal buka folder sementara DeskConnect di ~/Library/Containers/com.deskconnect.mac/Data/Library/Application Support/DeskConnect

DeskConnect permudah transfer file antar iPhone, iPad dan Mac

Lalu apa bedanya dengan Dropbox atau Google Drive? Kenapa ‘ngga diupload aja ke cloud storage? DeskConnect hanya sebagai sarana untuk berkirim file dan bukan menyimpannya. Untuk file-file yang ingin saya simpan dan butuhkan di kemudian hari tentu akan saya upload di Dropbox/ Google Drive. Transfer file antar perangkat di DeskConnect pun terbilang cepat. Foto, gambar atau screenshot yang saya kirim biasanya muncul dengan segera di perangkat lain sesaat setelah dikirimkan.

Bagi kamu yang mengalami masalah dengan AirDrop, DeskConnect bisa menjadi salah satu alternatif untuk bertukar file antar iPhone, iPad dan Mac. Selamat mencoba!

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur

Sejak menjadi penulis lepas untuk salah satu media teknologi dua tahun yang lalu saya telah mencoba berbagai macam text editor. Tak hanya di iPhone dan iPad saya pun mencoba bermacam text editor di Mac hingga PC hingga akhirnya saya memilih Sublime Text. Sublime Text unggul pada fitur kustomisasi dengan beragam plugins serta tema dan tersedia di hampir seluruh sistem operasi desktop. Sublime Text dengan plugins Markdown Editing adalah pilihan saya untuk menulis di PC.

Editorial, 1Writer, Drafts, dan iA Writer adalah beberapa text editor yang pernah saya gunakan di iOS. Semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Editorial, 1Writer dan Drafts unggul pada fitur automation sedangkan iA Writer memberikan pengalaman menulis yang menyenangkan didukung dengan font dan tampilan yang cantik. Lalu hadirlah update untuk Ulysses yang menjadi aplikasi universal dan dapat digunakan baik di iPhone atau iPad. Kehadiran update Ulysses di iPhone mendapat banyak pujian dan review positif dari para blogger seperti Federico Viticci dan Chartier. Ulysses bukan hanya ditujukan untuk para blogger namun dapat juga digunakan untuk menulis novel, script hingga paper bagi akademisi.

Penasaran seperti apa Ulysses, saya pun langsung mengunduh dan mencobanya. Ulysses menawarkan pengalaman berbeda dari beberapa text editor yang pernah saya gunakan. Menurut saya, Ulysses adalah text editor yang tak hanya kaya fitur namun juga cantik dan menyenangkan untuk digunakan. Setelah beberapa minggu menulis menggunakan Ulysses, saya mulai menyukainya. Perlu sedikit penyesuaian ketika menulis dengan menggunakan Ulysses namun setelah terbiasa, sulit rasanya kembali menulis dengan cara yang lama. 5 alasan inilah yang membuat saya menyukai Ulysses and I think you’ll love it too1.

Penuh Kustomisasi

Baik di iPhone, iPad dan Mac memiliki dark mode sehingga menulis di malam hari lebih nyaman. Kamu juga bisa mengkustomisasi bagian editor tempat di mana kamu menulis di Ulysses dengan warna-warna favorit kamu sehingga menulis terasa lebih menyenangkan. Kalau tak ingin repot mengkustomisasi warna serta markup di text editor, Ulysses telah menyediakan sebuah laman Ulysses Style Exchange tempat pengguna bisa saling berbagi tema yang digunakan.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Pengaturan kustomisasi di Ulysses

Ingin mengganti font? Bisa. Ulysses menyediakan beberapa font untuk kamu pergunakan. Jika terasa kurang, kamu bisa menginstall font tambahan dari Dropbox ataupun iCloud Drive. Spacing dan ukuran font juga bisa kamu atur di Ulysses.

File Managements

Pada Ulysses, kita menyebut files tulisan sebagai sheets. Sheets tersebut dapat diorganisir sesuai dengan keinginan kita. Kita bisa memecah sebuah tulisan menjadi beberapa sheets lalu menggabungkannya lagi. Fitur yang cukup berguna bagi kamu yang memperlukan fokus lebih untuk beberapa bagian tulisan yang sedang kamu kerjakan. Ulysses secara otomatis menyimpan tulisan. Terdapat fitur backup juga sehingga kamu tak perlu khawatir kehilangan tulisan yang sedang dikerjakan.

iCloud Drive baru menjadi satu-satunya opsi pilihan untuk menyimpan tulisan. Keuntungannya adalah kamu bisa mengaksesnya dengan mudah di iPhone, iPad atau Mac. Sinkronisasi iCloud Drive pun cukup cepat. Lalu bagaimana jika kita menyimpan tulisan di Dropbox? Jangan khawatir karena Ulysses sedang mempersiapkan update yang membawa dukungan penyimpanan eksternal seperti Dropbox yang sedang dalam tahap beta dan akan dirilis tak lama lagi.

Ulysses menyediakan keyword sebagai salah satu cara organisir file tulisan. Dengan keyword kamu bisa lebih mencari file lebih cepat. Lebih lagi, Ulysses juga dapat menyimpan attachment seperti catatan, gambar, PDF yang dapat digunakan untuk membantumu dalam menulis.

Plain Text Enhanced

Ulysses mengenalkan plain text enhanced dengan Markdown XL sebagai sintaks utama yang merupakan cabang dari Markdown milik John Gruber. Untuk mempermudah formatting tulisan, terdapat tiga tombol shortcut di atas keyboard untuk mempercepat penulisan. Membuat heading, italic, bold hingga menambahkan footnote bisa dengan mudah menggunakan custom keyboard shortcut yang telah disediakan.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Ulysses keyboard dengan sejumlah opsi formatting

Menyisipkan link di Ulysses sedikit berbeda. Jika di Markdown link dapat ditulis dengan syntax sebagai berikut [tulisan yang ingin ditambahkan link](http://link-atau-url) maka di Ulysses terdapat sebuah pop-up URL dan Title yang harus diisi. Tulisan yang diberi link kemudian akan di highlight. Lebih rapi dan enak untuk dibaca. Sama halnya dengan menambahkan footnote, terdapat pop-up, isi footnote and that’s it! Mudah bukan?2

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Menyisipkan link di sebuah kata atau kalimat di Ulysses
Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Menyisipkan catatan kaki pada tulisan di Ulysses

Salah satu favorit saya adalah annotations yang tersedia di Ulysses yang tidak dimiliki oleh text editor lain. Pada dasarnya annotations memungkinkan kita memiliki sebuah catatan dari sebuah kalimat atau paragraf.

Keyboard Shortcut

Jika kamu menggunakan keyboard external di iPad, Ulysses sudah mendapatkan dukungan keyboard shortcut yang bisa membuatmu bekerja lebih cepat. Keyboard shortcut ini bisa kamu lihat dengan tap dan hold pada tombol Command ketika menggunakan Ulysses. Atau selengkapnya bisa kamu lihat seperti pada cheatsheet di bawah ini.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur

Export Options

Tulisan yang kamu buat di Ulysses dapat diexport ke beberapa format seperti HTML, PDF, ePub hingga file Word. Selain pilihan export yang beragam dan kamu bisa mengkustomisasi hasil exportnya dengan tema tertentu, Ulysses juga sudah mendukung untuk mengunggah tulisan ke Medium. Ke depannya Soulmen sang pengembang Ulysses akan menambahkan fitur publishing ke WordPress yang kini sedang diuji pada tahap beta berbarengan dengan fitur external files dari Dropbox.

Saya sedang mencoba ke dua versi Ulysses baik Mac dan iOS dan kedua fitur tambahan tersebut benar-benar membuat saya menyukai Ulysses, saya tak perlu lagi copy paste dari text editor ke WordPress. Cukup publish dari Ulysses.

Kesimpulan

Ulysses bukan satu-satunya aplikasi pengolah teks yang ada di App Store. Terdapat beragam aplikasi pengolah teks dan banyak pula yang bisa digunakan secara gratis. Namun dengan fitur yang dibawa serta beragam kustomisasi, Ulysses adalah pilihan saya untuk menulis tugas-tugas kuliah, catatan pekerjaan hingga artikel di blog. Ulysses menggabungkan text editor minimalis dengan segudang fitur dan mengedepankan konsep yang berfokus pada konten tulisan. Try it and you’ll love it.

Happy writing!

Download – Ulysses – Rp 359ribu

  1. You should really give it a try, I mean it.
  2. Fokus pada konten yang sedang kamu kerjakan adalah tujuan utama Ulysses. Oleh sebab itulah footnote dan sisipan link di tulisan dibuat semudah dan sesederhana mungkin tanpa harus memikirkan formatting seperti pada sintaks Markdown asli.