Menggunakan mode satu tangan di keyboard iOS 11

Bisa dibilang, iOS 11 membawa cukup banyak perubahan tampilan dibandingkan dengan iOS 10. Beberapa aplikasi bawaan Apple seperti App Store, Podcast dan Calculator mengalami perubahan desain. Mengikuti desain aplikasi Music yang sudah dirombak sebelumnya dengan tulisan yang lebih tebal dan besar. Namun update iOS 11 bukan sekedar masalah tampilan. Ada begitu banyak fitur yang lebih mempermudah lagi penggunaan perangkat iPhone dan iPad dalam keseharian.

iOS 11 saat ini baru tersedia untuk para pengembang terdaftar. Oleh karena itu masih akan banyak bug, animasi yang tidak lancar, lag, hingga membuat baterai boros dan dapat mengganggu dalam penggunaan sehari-hari. Ada baiknya untuk bersabar menunggu rilis resmi iOS 11 September mendatang.

Salah satunya adalah mode penggunaan satu tangan pada keyboard di iOS 11. Dengan fitur ini, kamu dapat lebih mudah mengetik di iPhone, terutama pada iPhone seri Plus dengan ukuran layar yang lebar. Dengan mode penggunaan satu tangan, keyboard di padatkan ke bagian kanan atau kiri iPhone, tergantung dengan tangan mana yang kamu gunakan untuk mengetik. Cara menggunakannya:

Menggunakan mode satu tangan di keyboard iOS 11

  1. Tekan pada tombol bergambar bola dunia (globe) pada keyboard
  2. Selanjutnya tekan pada tombol bergambar keyboard dengan panah ke kiri atau kanan untuk mengaktifkan mode penggunaan satu tangan.

Untuk mengembalikan ke tampilan keyboard normal, kamu bisa mengulang dengan tekan dan tahan pada tombol globe dan memilih tombol dengan tampilan keyboard normal atau cara lainnya adalah dengan menekan tombol panah ketika pada mode penggunaan satu tangan.

Bagi saya pengguna iPhone seri plus, mode satu tangan ini sangat membantu sekali dalam mengetik pesan. Bagaimana menurutmu?

Tips lengkap menggunakan fitur Do Not Disturb di iPhone dan iPad

Dalam satu hari, kira-kira berapa banyak kamu mengecek iPhone atau iPad? 40? 50? Jawabannya ternyata lebih dari angka tersebut. Sebuah penelitian dari para psikolog Inggris menunjukkan orang mengecek smartphone-nya rata-rata 85 kali dalam sehari. Notifikasi yang masuk biasanya merupakan alasan utama mengecek iPhone atau iPad. Untungnya, di iPhone, iPad dan Mac ada sebuah fitur bernama Do Not Disturb. Dengan menggunakan fitur ini, iPhone atau iPad kamu tidak akan menyala meski ada notifikasi yang masuk.

Baca selengkapnya

Lightning vs USB-C

Awal minggu ini, Takashi Mochizuki via WSJ merilis tulisan mengenai bocoran iPhone yang akan datang. Selain menggunakan layar OLED fleksibel yang melengkung pada sisinya, Apple juga disebut bakal mengganti konektor Lightning menjadi USB-C yang sudah terlebih dahulu digunakan untuk Macbook dan Macbook Pro 2016.

Sejalan dengan laporan Ming Chi Kuo sebelumnya, Apple diprediksi bakal merilis 1 iPhone tambahan selain iPhone 7S dan 7S Plus yang sesuai dengan kebiasaan. iPhone tambahan ini disebut akan memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan iPhone 7S dan 7S Plus serta desain layar yang lebih lebar (tanpa bezel). Satu hal yang menarik dicermati dari laporan Takashi adalah prediksinya tentang penggantian konektor Lightning ke USB-C pada iPhone selanjutnya.

Dalam laporannya:

They said Apple would introduce other updates including a USB-C port for the power cord and other peripheral devices, instead of the company’s original Lightning connector. The models would also do away with a physical home button, they said. Those updates would give the iPhone features already available on other smartphones.

Kehadiran USB-C di iPhone yang akan datang menjadi berita baik dan harapan bagi sebagian orang. Ukurannya yang kecil dan kini dapat dengan mudah ditemui di smartphone lain membuat penggunanya tak perlu lagi membawa atau repot-repot mencari kabel yang cocok untuk mengisi iPhonenya.

Namun menurut saya Apple belum (atau bahkan tidak mungkin) menggunakan USB-C di iPhone. Setidaknya ada beberapa alasan untuk ini. Pertama, sejak iPhone pertama diluncurkan pada tahun 2007 silam, Apple selalu menggunakan konektor buatannya sendiri yaitu 30-Pin connector hingga kemudian digantikan Lightning dengan kehadiran iPhone 5 pada tahun 2012.

Kedua, Apple merupakan perusahaan yang selalu ingin memiliki kontrol penuh terhadap produk yang dikeluarkannya. Dengan menggunakan Lightning, Apple dapat dengan leluasa mengontrol aksesoris apa yang cocok digunakan untuk iPhone atau iPad. Idealnya seperti itu, lewat program Made For iPhone/iPad (MFI), setiap perusahaan aksesoris yang ingin menggunakan konektor Lightning harus mendapatkan sertifikat dan tentunya lolos terhadap kualitas yang ditetapkan oleh Apple. Apabila iPhone selanjutnya menggunakan USB-C, Apple akan mengalami kesulitan dalam mengontrol aksesoris apa yang akan konsumennya gunakan karena para pembuat aksesoris tak perlu lagi sertifikasi dari Apple untuk membuatnya. Iya kalau setiap aksesoris dibuat dengan standar yang sama. Kalau lebih buruk dan berdampak pada pengalaman pengguna maka bisa jadi Apple mendapat predikat buruk.

Ketiga, Apple kini memiliki sejumlah aksesoris yang memanfaatkan konektor Lightning. Contoh gampangnya adalah Earpod yang ada di iPhone 7 dan 7 Plus. Airpod, Magic Keyboard, Mouse dan Trackpad terbaru juga menggunakan konektor Lightning. Jika ingin beralih ke USB-C, seharusnya Apple memulainya di iPhone 7 dan 7 Plus.

Karena penasaran, saya membuat polling di Twitter mengenai konektor mana yang seharusnya Apple gunakan di iPhone yang akan datang dan 62% mengatakan Lightning masih menjadi konektor pilihannya ketimbang USB-C

Kemungkinan yang dapat terjadi adalah Apple akan tetap menggunakan konektor Lightning di iPhone yang akan datang namun menggunakan USB-C di ujung yang satunya lagi. Mengingat kini Apple tak lagi menggunakan USB-A di produk-produk terbarunya. Kemungkinan ini lebih masuk akal. Pengguna dapat dengan mudah mengkoneksikan iPhone ke Macbook atau Macbook Pro 2016, tanpa harus menggunakan dongle atau konverter.

Bagaimana menurutmu? Lightning atau USB-C?

iPhone 8 akan miliki layar OLED melengkung dan konektor USB C

Bocoran terbaru mengenai iPhone 8 diungkap oleh WSJ. iPhone 8 akan memiliki layar OLED yang melengkung di bagian sisi buatan Samsung dan menggunakan konektor USB-C. Selain itu Apple juga diprediksi bakal menghilangkan tombol Home sehingga bisa membenamkan layar yang lebih lebar.

Rumor fitur wireless charging pun sempat menyeruak di beberapa website. Apapun itu, saya berharap iPhone selanjutnya akan menggunakan konektor USB-C. Biar ngga ribet koneksi ke Macbook.

Google update GBoard, tambahkan bahasa baru, fitur pendikte dan Doodles

Gboard, aplikasi keyboard milik Google yang ada di iOS baru saja mendapat update. Setelah menambahkan beberapa bahasa dan dukungan trackpad mode dengan 3D touch, hari ini Google menambahkan 3 update lagi untuk aplikasi keyboardnya yang terintegrasi dengan mesin pencari tersebut.

Dictation

Google menambahkan fitur Dictation di Gboard, mengijinkan pengguna untuk mendikte teks yang ingin dikirimkan. Untuk mengaktifkannya, tekan dan tahan pada tombol spasi. Selanjutnya aplikasi Gboard akan terbuka dan kamu dapat langsung mendikte pesan yang ingin ditulis.

Doodle

Dengan update terbarunya, kamu dapat mengetahui apa Google’s Doodle setiap harinya dengan mudah. Apabila ada Doodle terbaru, akan ada animasi di tombol “G” di pojok kiri atas.

Tambahan bahasa dan rekomendasi emoji

Dalam update kali ini Google menambahkan dukungan bahasa Croatian, Czech, Danish, Dutch, Finnish, Greek, Polish, Romanian, Swedish, Catalan, Hungarian, Malay, Russian, Latin American Spanish and Turkish serta fitur rekomendasi emoji seperti yang Apple tambahkan di iOS 10

Gboard tersedia gratis di App Store.

Rudiantara sebut Apple bakal kembali jual iPhone di Indonesia

Aditya Panji, menulis untuk Kumparan:

Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, yang menyatakan kemungkinan besar Apple kembali akan menjual iPhone di Indonesia pada semester pertama 2017, dan kemungkinan adalah seri iPhone 7. Ia juga mengungkapkan Apple akan membangun pusat riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) di Indonesia.

“Apple sudah bangun pusat R&D di Indonesia, sama dengan India. Tapi, Apple sampai kapan pun tidak akan bisa membuat perangkat iPhone di Indonesia, karena tidak punya skala sebesar China,” sebut Rudiantara di sela diskusi Forum Telco Editor di Jakarta, Senin (20/2).