Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur

Sejak menjadi penulis lepas untuk salah satu media teknologi dua tahun yang lalu saya telah mencoba berbagai macam text editor. Tak hanya di iPhone dan iPad saya pun mencoba bermacam text editor di Mac hingga PC hingga akhirnya saya memilih Sublime Text. Sublime Text unggul pada fitur kustomisasi dengan beragam plugins serta tema dan tersedia di hampir seluruh sistem operasi desktop. Sublime Text dengan plugins Markdown Editing adalah pilihan saya untuk menulis di PC.

Editorial, 1Writer, Drafts, dan iA Writer adalah beberapa text editor yang pernah saya gunakan di iOS. Semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Editorial, 1Writer dan Drafts unggul pada fitur automation sedangkan iA Writer memberikan pengalaman menulis yang menyenangkan didukung dengan font dan tampilan yang cantik. Lalu hadirlah update untuk Ulysses yang menjadi aplikasi universal dan dapat digunakan baik di iPhone atau iPad. Kehadiran update Ulysses di iPhone mendapat banyak pujian dan review positif dari para blogger seperti Federico Viticci dan Chartier. Ulysses bukan hanya ditujukan untuk para blogger namun dapat juga digunakan untuk menulis novel, script hingga paper bagi akademisi.

Penasaran seperti apa Ulysses, saya pun langsung mengunduh dan mencobanya. Ulysses menawarkan pengalaman berbeda dari beberapa text editor yang pernah saya gunakan. Menurut saya, Ulysses adalah text editor yang tak hanya kaya fitur namun juga cantik dan menyenangkan untuk digunakan. Setelah beberapa minggu menulis menggunakan Ulysses, saya mulai menyukainya. Perlu sedikit penyesuaian ketika menulis dengan menggunakan Ulysses namun setelah terbiasa, sulit rasanya kembali menulis dengan cara yang lama. 5 alasan inilah yang membuat saya menyukai Ulysses and I think you’ll love it too1.

Penuh Kustomisasi

Baik di iPhone, iPad dan Mac memiliki dark mode sehingga menulis di malam hari lebih nyaman. Kamu juga bisa mengkustomisasi bagian editor tempat di mana kamu menulis di Ulysses dengan warna-warna favorit kamu sehingga menulis terasa lebih menyenangkan. Kalau tak ingin repot mengkustomisasi warna serta markup di text editor, Ulysses telah menyediakan sebuah laman Ulysses Style Exchange tempat pengguna bisa saling berbagi tema yang digunakan.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Pengaturan kustomisasi di Ulysses

Ingin mengganti font? Bisa. Ulysses menyediakan beberapa font untuk kamu pergunakan. Jika terasa kurang, kamu bisa menginstall font tambahan dari Dropbox ataupun iCloud Drive. Spacing dan ukuran font juga bisa kamu atur di Ulysses.

File Managements

Pada Ulysses, kita menyebut files tulisan sebagai sheets. Sheets tersebut dapat diorganisir sesuai dengan keinginan kita. Kita bisa memecah sebuah tulisan menjadi beberapa sheets lalu menggabungkannya lagi. Fitur yang cukup berguna bagi kamu yang memperlukan fokus lebih untuk beberapa bagian tulisan yang sedang kamu kerjakan. Ulysses secara otomatis menyimpan tulisan. Terdapat fitur backup juga sehingga kamu tak perlu khawatir kehilangan tulisan yang sedang dikerjakan.

iCloud Drive baru menjadi satu-satunya opsi pilihan untuk menyimpan tulisan. Keuntungannya adalah kamu bisa mengaksesnya dengan mudah di iPhone, iPad atau Mac. Sinkronisasi iCloud Drive pun cukup cepat. Lalu bagaimana jika kita menyimpan tulisan di Dropbox? Jangan khawatir karena Ulysses sedang mempersiapkan update yang membawa dukungan penyimpanan eksternal seperti Dropbox yang sedang dalam tahap beta dan akan dirilis tak lama lagi.

Ulysses menyediakan keyword sebagai salah satu cara organisir file tulisan. Dengan keyword kamu bisa lebih mencari file lebih cepat. Lebih lagi, Ulysses juga dapat menyimpan attachment seperti catatan, gambar, PDF yang dapat digunakan untuk membantumu dalam menulis.

Plain Text Enhanced

Ulysses mengenalkan plain text enhanced dengan Markdown XL sebagai sintaks utama yang merupakan cabang dari Markdown milik John Gruber. Untuk mempermudah formatting tulisan, terdapat tiga tombol shortcut di atas keyboard untuk mempercepat penulisan. Membuat heading, italic, bold hingga menambahkan footnote bisa dengan mudah menggunakan custom keyboard shortcut yang telah disediakan.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Ulysses keyboard dengan sejumlah opsi formatting

Menyisipkan link di Ulysses sedikit berbeda. Jika di Markdown link dapat ditulis dengan syntax sebagai berikut [tulisan yang ingin ditambahkan link](http://link-atau-url) maka di Ulysses terdapat sebuah pop-up URL dan Title yang harus diisi. Tulisan yang diberi link kemudian akan di highlight. Lebih rapi dan enak untuk dibaca. Sama halnya dengan menambahkan footnote, terdapat pop-up, isi footnote and that’s it! Mudah bukan?2

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Menyisipkan link di sebuah kata atau kalimat di Ulysses
Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Menyisipkan catatan kaki pada tulisan di Ulysses

Salah satu favorit saya adalah annotations yang tersedia di Ulysses yang tidak dimiliki oleh text editor lain. Pada dasarnya annotations memungkinkan kita memiliki sebuah catatan dari sebuah kalimat atau paragraf.

Keyboard Shortcut

Jika kamu menggunakan keyboard external di iPad, Ulysses sudah mendapatkan dukungan keyboard shortcut yang bisa membuatmu bekerja lebih cepat. Keyboard shortcut ini bisa kamu lihat dengan tap dan hold pada tombol Command ketika menggunakan Ulysses. Atau selengkapnya bisa kamu lihat seperti pada cheatsheet di bawah ini.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur

Export Options

Tulisan yang kamu buat di Ulysses dapat diexport ke beberapa format seperti HTML, PDF, ePub hingga file Word. Selain pilihan export yang beragam dan kamu bisa mengkustomisasi hasil exportnya dengan tema tertentu, Ulysses juga sudah mendukung untuk mengunggah tulisan ke Medium. Ke depannya Soulmen sang pengembang Ulysses akan menambahkan fitur publishing ke WordPress yang kini sedang diuji pada tahap beta berbarengan dengan fitur external files dari Dropbox.

Saya sedang mencoba ke dua versi Ulysses baik Mac dan iOS dan kedua fitur tambahan tersebut benar-benar membuat saya menyukai Ulysses, saya tak perlu lagi copy paste dari text editor ke WordPress. Cukup publish dari Ulysses.

Kesimpulan

Ulysses bukan satu-satunya aplikasi pengolah teks yang ada di App Store. Terdapat beragam aplikasi pengolah teks dan banyak pula yang bisa digunakan secara gratis. Namun dengan fitur yang dibawa serta beragam kustomisasi, Ulysses adalah pilihan saya untuk menulis tugas-tugas kuliah, catatan pekerjaan hingga artikel di blog. Ulysses menggabungkan text editor minimalis dengan segudang fitur dan mengedepankan konsep yang berfokus pada konten tulisan. Try it and you’ll love it.

Happy writing!

Download – Ulysses – Rp 359ribu

  1. You should really give it a try, I mean it.
  2. Fokus pada konten yang sedang kamu kerjakan adalah tujuan utama Ulysses. Oleh sebab itulah footnote dan sisipan link di tulisan dibuat semudah dan sesederhana mungkin tanpa harus memikirkan formatting seperti pada sintaks Markdown asli.

Tips Menggunakan Opera VPN di iPhone dan iPad

Opera kini bukan hanya sekedar browser. Baru saja Opera meluncurkan sebuah aplikasi yang membuatmu bisa lancar internetan yang bernama Opera VPN. Dengan VPN kamu bisa internetan dengan aman dan bebas mengunjungi situs tanpa pemblokiran. Opera VPN merupakan aplikasi standalone yang bisa kamu gunakan di iPhone atau iPad secara gratis dan bisa kamu gunakan langsung selama memiliki paket data internet.

Opera menggunakan layanan SurfEasy VPN yang telah diakuisisinya pada Maret yang lalu. Meski SurfEasy memiliki aplikasinya sendiri di Android, iOS dan desktop namun SurfEasy menerapkan biaya berlangganan setelah trialnya abis. Penasaran seperti apa Opera VPN dan cara menggunakannya? Mari kita bahas.

Opera VPN dapat diunduh secara gratis di App Store. Ketika hendak mengunduh Opera VPN, saya dialihkan ke App Store US. Ada kemungkinan aplikasinya belum tersedia di App Store Indonesia namun jika kamu memiliki akun Apple ID USA, kamu bisa langsung mengunduhnya. Kalau belum memiliki akun Apple ID USA, cek cara bikinnya di sini.

Setelah aplikasinya terinstall:

Mengaktifkan Opera VPN

  1. Buka Opera VPN, tap Continue. Kamu bisa mengikuti pendahuluannya atau menekan Skip pada sebelah kanan atas.
  2. Selanjutnya ada sebuah profil VPN yang harus diinstall oleh Opera VPN, tap Allow pada pop up yang muncul.
  3. Untuk mengaktifkan VPN, cukup aktifkan pada panel Settings.

Tips Menggunakan Opera VPN di iPhone dan iPad

Kamu akan secara otomatis terhubung dengan server VPN terdekat dengan lokasi kamu. Ada beberapa pilihan lokasi seperti Kanada, Jerman, Belanda, Singapura dan Amerika Serikat yang bisa kamu gunakan. Cara menggantinya pun mudah.

Mengganti Server VPN di Opera VPN

  1. Setelah Opera VPN aktif, tap pada tombol bergambar petir di ujung atas sebelah kanan
  2. Sebuah pop-up akan muncul dan kamu bisa memilih server VPN di daerah mana yang akan kamu gunakan.
  3. Setelah memilih lokasi server baru, koneksi internet kamu akan berpindah ke negara yang kamu pilih.

Tips Menggunakan Opera VPN di iPhone dan iPad

Opera VPN juga menyediakan fitur pemblokiran iklan serta pelacak yang terdapat pada web yang sedang kamu kunjungi. Agar semakin informatif, Opera juga menyediakan fitur statistik untuk melihat seberapa banyak iklan dan trackers yang sudah terblokir selama kamu internetan.

VPN dapat menjadi salah satu cara untuk mengunjungi website yang terkena pemblokiran oleh penyedia layanan internet. Bukan bermaksud untuk mengajarkan yang tidak-tidak namun pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah agak menyebalkan menurut saya. Bagaimana menurutmu? Apakah akah menggunakan Opera VPN? Sampaikan di kolom komentar ya!

Mengatur Today Widgets di iPhone dan iPad

Notifications Center di iPhone dan iPad kini semakin berguna sejak hadirnya widgets. Aplikasi di App Store kini bisa menghadirkan widgets yang dapat berisi informasi ataupun tombol untuk melakukan sebuah pekerjaan dengan cepat. Fantastical, Copied, 2Do adalah beberapa aplikasi yang widgetnya sengaja saya taruh di Notifications Center. Alasannya karena widget yang ditampilkan oleh para aplikasi tersebut sangat informatif dan berguna.
Baca selengkapnya

Mengatur Swipe Options di aplikasi Mail pada iPhone dan iPad

Untuk mengelola email baik di iPhone atau iPad saya biasanya menggunakan aplikasi pihak ketiga yang ada di App Store. Spark, Dispatch, Outlook, Airmail adalah beberapa aplikasi top untuk mengelola email yang bisa kamu unduh. Selain fitur berlimpah, aplikasi pihak ketiga tersebut biasanya menawarkan integrasi dengan aplikasi lain ataupun fitur lebih yang tidak dimiliki oleh Mail sebagai default aplikasi untuk mengelola email di iPhone dan iPad.
Baca selengkapnya

Menggunakan 1Blocker sebagai content blocker di iPhone dan iPad

Ketika iOS 9 diperkenalkan oleh Apple, ada salah satu fitur yang kemudian menjadi perdebatan banyak orang. Fitur yang bernama content blocker dan dibenamkan ke dalam Safari sebagai peramban bawaan iOS memicu kontroversi terutama di kalangan media. Pasalnya fitur content blocker ini dapat menghalau iklan atau script yang ditambahkan ke dalam sebuah laman web ketika diakses oleh pengguna.
Baca selengkapnya

My iPhone and iPad Home Screen

Memiliki smartphone lebih lagi perangkat iOS tentu juga harus digunakan secara pintar. Tak hanya fitur tertentu, penggunaan beberapa aplikasi juga dapat membantu memperingan pekerjaan. Memiliki smartphone kini bukan hanya sebagai alat komunikasi namun juga produktivitas. Berbicara tentang menggunakan smartphone dalam keseharian, kali ini saya ingin berbagi tentang home screen iPhone yang saya gunakan plus beberapa aplikasinya.
Baca selengkapnya