Apple siap gulirkan pencarian berbayar di App Store mulai 5 Oktober mendatang

Pencarian berbayar merupakan salah satu perubahan yang akan terjadi pada App Store selain mode berlangganan. Diumumkan oleh Phil Schiller pada bulan Juni yang lalu, dan kemudian mulai diujicobakan setelahnya, pencarian berbayar memungkinkan para developer aplikasi untuk dapat memasang iklan aplikasinya pada tab Search ketika pengguna mencari dengan keyword yang sesuai. Lewat email pemberitahuan yang dikirimkan kepada para pengembang, mereka sudah dapat mencoba fitur Search Ads ini lewat websitenya dan Apple memberikan credit senilai $100.

John Voorhees dari MacStories sudah mencoba Search Ads di App Store, berikut laporannya:

The campaign setup process has three main components:

  • Scheduling, which includes setting a campaign start date, optional end date, and hours of each day of the week that it will run;
  • Budgeting, including picking a total amount to spend on the campaign, an optional daily spending limit, and a maximum cost per tap; and
  • Search keyword selection, which determines which search results your ads will be displayed against.

Kabarnya, relevansi iklan dengan kata kunci pencarian menjadi hal yang lebih diutamakan ketimbang besaran harga tempat iklan yang dilelang oleh Apple. Meski demikian, Apple tak menjelaskan proses bagaimana penentuan relevansi kata kunci pencarian dengan iklan yang akan ditampilkannya. Semoga saja dengan keputusan ini, pengguna akan lebih sering mendapatkan iklan atau rekomendasi aplikasi yang berkualitas. Bagaimana pendapatmu?

Rahasia dibalik playlist rekomendasi di Apple Music

Laporan Reggie Ugwu tentang Apple Music di Buzzfeed memberi sedikit informasi tentang bagaimana Apple berhasil menyuguhkan dua playlist yang dipersonalisasi pada iOS 10. Dari laporannya:

The other big change is the addition of two new personalized playlists: My Favorites Mix and My New Music Mix. The playlists are generated by algorithms, a first for the service, which has largely relied on human curation for its playlists up to this point. Revealing how the mixes operate for the first time to BuzzFeed News, Apple claimed a potential advantage over similar algorithmically personalized playlists, including Spotify’s Discover Weekly and Pandora’s Thumbprint Radio: deep historical knowledge of individual users’ tastes and habits, based on years of data carried over from iTunes.

If you gave high ratings to a song or album in your old iTunes library, or just played it a lot more than others, you’ll find that behavior reflected in your My Favorites Mix. Meanwhile, the My New Music Mix algorithm serves recently released songs — as well as songs that Apple Music knows you haven’t played before — that the service’s music experts have flagged as similar to others in your taste profile. Apple Music executives suggested even more personalized playlists will follow in the series; but only after prototypes have been vetted, with all possible outcomes — intentional and otherwise — given careful consideration.

Kalau kamu pengguna Apple Music, sadar atau tidak kini terdapat dua playlist rekomendasi baru yang tab For You, My Favorites Mix dan My New Music Mix. Keduanya menyuguhkan lagu-lagu rekomendasi yang sesuai dengan selera dan lagu yang pernah kamu dengar. Sudah coba?

Dibalik ‘meledak’-nya Galaxy Note 7 di pasaran

Dari sebuah laporan di Bloomberg oleh Yoolim Lee and Min Jeong Lee:

Earlier this year, managers at the South Korean company began hearing the next iPhone wouldn’t have any eye-popping innovations. The device would look just like the previous two models too. It sounded like a potential opening for Samsung to leap ahead.

So the top brass at Samsung Electronics Co., including phone chief D.J. Koh, decided to accelerate the launch of a new phone they were confident would dazzle consumers and capitalize on the opportunity, according to people familiar with the matter. They pushed suppliers to meet tighter deadlines, despite loads of new features, another person with direct knowledge said. The Note 7 would have a high-resolution screen that wraps around the edges, iris-recognition security and a more powerful, faster-charging battery. Apple’s taunts that Samsung was a copycat would be silenced for good.

Kesalahan Samsung bukan hanya mengenai prediksi terhadap iPhone 7 yang dianggap akan membuat beberapa penggunnya bosan karena desain perangkat sama dengan yang sebelumnya. Menurut saya, kesalahan terbesar mereka ada di proses desain dan produksi yang tergesa-gesa.

As the launch date approached, employees at Samsung and suppliers stretched their work hours and made do with less sleep. Though it’s not unusual to have a scramble, suppliers were under more pressure than usual this time around and were pushed harder than by other customers, according to a person with direct knowledge of the matter. One supplier said it was particularly challenging to work with Samsung employees this time, as they repeatedly changed their minds about specs and work flow. Some Samsung workers began sleeping in the office to avoid time lost in commuting, the supplier said. Samsung declined to comment on whether deadlines were moved, reiterating that products are only introduced after proper testing.

Cerita selanjutnya seperti yang sudah kita ketahui, banyak kejadian Galaxy Note 7 meledak dan mendapatkan larangan dibawa terbang pada beberapa maskapai. Samsung juga harus menarik Note 7 yang terlanjur dilempar ke pasaran. Berkat kejadian ini, saham Samsung turun 11% dan kerugian yang dialami ditaksir sekitar $1 milyar.

Samsung mungkin lupa, meski iPhone 7 membawa desain yang mirip dengan model sebelumnya masih banyak pengguna setia yang akan rela antri untuk membelinya. Kita tunggu saja laporan keuangan Apple beberapa bulan ke depan untuk mendapat gambaran bagaimana penjualan iPhone 7.

Google rilis Allo, aplikasi pesan instan pintar dengan asisten virtual

Berselang 4 bulan setelah diumumkan pada kesempatan Google I/O, Google akhirnya merilis aplikasi pesan instan Allo. Bersaing dengan Whatsapp, Facebook Messenger, Line, dan iMessage, Allo menghadirkan kecerdasan buatan dengan machine learning untuk memberikan saran jawaban yang pas pada obrolan yang sedang berlangsung. Fitur Smart Reply ini tak hanya menghadirkan rekomendasi teks saja tetapi juga dapat berupa pesan multimedia seperti gambar, video, GIF, dll. Dengan semakin banyak pengguna menggunakan Allo, rekomendasi yang ditawarkan Smart Reply juga akan semakin baik.

Mengikuti iMessage, Allo memiliki sejumlah stiker dan fitur untuk menggambar pada foto yang akan kamu kirim. Fitur utama Allo adalah adanya integrasi dengan Google Assistant. Pada dasarnya kamu bisa meminta Assistant tersebut dengan mengetik @google ditambah dengan kata pencarian dan kamu akan disuguhi oleh hasil pencarian dengan segera. Tak perlu lagi berpindah antar aplikasi hanya untuk mencari rekomendasi tempat makan atau film yang sedang diputar. Semuanya bisa dilakukan langsung dari dalam percakapan.

Google Allo juga memiliki Incognito Mode layaknya browser. Percakapan dengan Incognito Mode akan dilengkapi dengan end-to-end encryption, notifikasi tersembunyi serta pesan yang dapat expired selang beberapa waktu. Allo kan tersedia di Google Play Store dan Apple App Store. Karena mungkin baru saja diluncurkan, saya belum mendapatinya baik di App Store US ataupun App Store Indonesia. Post ini akan saya update jika ada informasi lebih lanjut.

Update:

Google Allo sudah tersedia di App Store, sila download melalui link berikut.

Review kamera iPhone 7 oleh Austin Mann

Austin Mann, seperti yang biasa dilakukannya setiap tahun kembali mereview kamera iPhone terbaru. Setelah pernah mereview kamera iPhone di Iceland dua kali, Patagonia, dan Switzerland, kali ini iPhone 7 Plus dibawa oleh Austin ke Rwanda, Africa. Dengan lensa ganda wide (28mm) dan telephoto (56mm), foto yang dihasilkan oleh iPhone 7 Plus dalam review Austin sangat menakjubkan. Bahkan dengan 2x zoom, gambar yang dihasilkan masih sangat tajam dan berfungsi di hampir semua mode pemotretan yang ada di iPhone (photo, video, time-lapse, slo-mo, dan panorama).

Beberapa cuplikan dari Austin review:

The iPhone 7 features a completely redesigned camera system with a faster f/1.8 lens (previously f/2.2). The “f/1.8” designation is referring to the aperture of the lens, essentially the size of the “eye” of the camera. Working with a lower f-stop means the sensor is getting more light, which leads to better auto focus, a better ability to freeze motion, and shallower depth-of-field.

[…]

I also noticed an improvement in the the dynamic range of the sensor. Below are two images, one regular non-HDR and the other HDR. In the non-HDR image, you can see the sensor has properly exposed both the sunlit trees at the top and Ruth below in the ravine in one single shot. Few camera sensors have this kind of range.

[…]

All I can really say here is you just have to hold it and experience it in person. It’s noticeably more brilliant and just a joy to shoot with and edit on. Colors in nature and skin tones are just gorgeous.

Selain memuji keandalan kamera iPhone 7, Austin juga sangat menyukai perubahan akses membuka kamera di iOS 10 lewat swipe ke arah kiri dari home screen. Persis seperti yang saya tulis di review iOS 10 beberapa waktu yang lalu. Dari review Austin:

This is a tiny thing, but I’ve found I like swiping left for camera in iOS 10 way better than up. It used to be if I was rolling my suitcase with my right hand and saw a shot, it would be really difficult to swipe up with my left hand on the Plus. Now it’s easy and fast swiping left on the lock screen with either hand. This slight tweak has opened up opportunities for several shots this week.

Meski belum mencobanya, saya yakin kamera di iPhone 7 Plus dengan lensa ganda memang sangat mumpuni untuk sebuah smartphone. Beberapa review yang saya baca belakangan pun sepakat satu suara, iPhone 7 terutama iPhone 7 Plus memiliki kamera yang sangat baik.

Silakan lihat proses review Austin lewat video di bawah ini: