Apple siapkan update Macbook baru

Laporan terbaru dari Bloomberg menyatakan, Apple tengah mempersiapkan 3 update Macbook baru dan rencananya akan diumumkan pada WWDC. Dari Bloomberg:

Apple Inc. plans to announce an update to its laptop lineup at an annual conference for app developers in early June, a move that could help offset new competition from Microsoft Corp. as well as declining iPad sales.

Apple is planning three new laptops, according to people familiar with the matter. The MacBook Pro will get a faster Kaby Lake processor from Intel Corp., said the people, who requested anonymity to discuss internal planning. Apple is also working on a new version of the 12-inch MacBook with a faster Intel chip. The company has also considered updating the aging 13-inch MacBook Air with a new processor as sales of the laptop, Apple’s cheapest, remain surprisingly strong, one of the people said.

Harga Macbook Pro 2016 di Indonesia

Dari akun Twitter iBox:

Untuk seri paling murah tanpa Touch Bar dari informasi yang saya dapat dari website MakeMac, iBox membanderol Macbook Pro 2016 13 inch tanpa Touch Bar dengan harga Rp 23.799.000,00 hingga yang paling mahal, layar 15 inch dengan Touch Bar seharga Rp 43.499.000,00.

Tertarik membeli?

Inilah hasil wawancara The Independent dengan Phil Schiller terkait Macbook Pro terbaru

The Independent memuat hasil wawancara dengan Phil Schiller, Apple Senior VP of Worldwide Marketing setelah mengumumkan Macbook Pro terbaru dan berikut beberapa cuplikan menarik:

The evolution of the Touch Bar – how did it come about?

It’s part of our thinking about where to take the notebook next. Others are trying to turn the notebook into the tablet. The new MacBook Pro is a product that celebrates that it is a notebook, this shape that has been with us for the last 25 years is probably going to be with us for another 25 years because there’s something eternal about the basic notebook form factor.

[…]

Will macOS and iOS (the operating systems for Macs and iPhones) always be different?

We’re steadfast in our belief that there are fundamentally two different products to make for customers and they’re both important. There’s iPhone and iPad which are single pieces of glass, they’re direct-manipulation, multi-touch and tend towards full-screen applications. And that’s that experience. And we want to make those the best in that direction anyone can imagine. We have a long road ahead of us on that.

Then there’s the Mac experience, dominated by our notebooks and that’s about indirect manipulation and cursors and menus. We want to make this the best experience we can dream of in this direction.

Here’s one example of how they should remain distinct: the Mac from the very first has had a menu bar fixed at the top. It’s core to the identity and the experience you get. But iOS doesn’t have a menu at the top. It never will. The thought of pointing at a menu at the top of an iPhone feels wrong. If you made the Mac a touchscreen you’d have to figure out how to make it a good experience with your finger on a touchscreen. Trust me, we’ve looked at that — it’s a bad experience. It’s not as good or as intuitive as with a mouse and trackpad.

Terdapat dua pesan yang dapat diambil dalam wawancara di atas:

  1. Apple tidak akan membuat laptop berlayar sentuh
  2. Apple tidak akan berusaha menggabungkan iOS dan macOS menjadi satu sistem operasi.

Persis seperti dengan apa yang saya tulis beberapa hari belakangan. Selain dua pertanyaan di atas, Phil Schiller juga menjelaskan mengapa masih ada headphone jack pada Macbook Pro terbaru padahal Apple sudah menghilangkannya dari iPhone 7. Must have read.

Inilah hal-hal yang bisa dilakukan Touch Bar pada Macbook Pro baru

Macbook Pro 2016 terbaru yang dikeluarkan oleh Apple mengundang banyak perdebatan. Selain dirasa kurang “Pro” karena berkurang drastisnya colokan serta port dibandingkan dengan versi sebelumnya, Touch Bar yang disematkan pun dipandang sebagai sekedar ‘gimmick’. Touch Bar pada Macbook Pro 2016 adalah sebuah layar OLED multi touch yang menggantikan deretan tombol function. Karena berupa layar sentuh, Touch Bar ini dapat berganti-ganti fungsi sesuai dengan aplikasi apa yang sedang digunakan.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan Touch Bar pada Macbook Pro 2016? Banyak! Ketika tidak ada aplikasi yang aktif, Touch Bar akan menampilkan tombol ESC pada bagian sebelah kiri. Pada bagian kanan paling ujung terdapat tombol untuk mengaktifkan Siri kemudian diikuti tombol untuk mengatur brightness, dan volume.

Pada Safari misalnya, Touch Bar akan menampilkan tombol shortcut untuk membuka laman web favorit. Kamu juga dapat berpindah antar tab yang ada di Safari dengan Touch Bar. Ketika menggunakan aplikasi Mail misalnya, Touch Bar akan berganti menjadi tombol Reply, Forward, Archive, dan fungsi lainnya. Beda lagi kalau kamu sedang menulis email. Sederetan tombol formatting akan muncul dan mempermudah serta mempercepat pembuatan email yang kamu lakukan. Ketika mengetik, Touch Bar akan menampilkan Quick Typing suggestions layaknya di iOS.

Kecanggihan Touch Bar tidak hanya bisa digunakan oleh aplikasi milik Apple saja. Terdapat framework yang bisa dimanfaatkan oleh pengembang aplikasi pihak ketiga agar aplikasinya dapat mendukung penggunaan Touch Bar. Dalam demo pada acara Apple Event yang lalu misalnya, Bradee Evans dari Photoshop menunjukkan bagaimana Touch Bar dapat difungsikan untuk mempercepat proses pengeditan foto di Macbook Pro terbaru.

Meski para pengembang dapat memanfaatkan Touch Bar dalam aplikasinya, Apple menaruh batasan yang sangat ketat terkait penggunaannya. Dalam dokumen macOS Human Interface Guidelines pada bagian Touch Bar:

  • Use the Touch Bar as an extension of the keyboard and trackpad, not as a display.
  • Strive to match the look of the physical keyboard.
  • Provide controls that produce immediate results.
  • Avoid using the Touch Bar for tasks associated with well-known keyboard shortcuts.

Inti dari guidelines yang dirilis oleh Apple untuk para pengembang adalah untuk menjadikan Touch Bar sebagai ekstensi dari keyboard dan bukan untuk menampilkan notifikasi, alert dan semacamnya.

Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya, Apple tidak akan pernah mengeluarkan Mac dengan layar sentuh seperti apa yang Microsoft lakukan pada lini Surface mereka. Touch Bar adalah cara Apple merevolusi input selain mouse/ trackpad dan keyboard.

Bayangkan betapa mudahnya meretweet atau menyukai sebuah tweet pada Tweetbot dari Touch Bar ketimbang menghapalkan kombinasi keyboardnya. Atau beralih antar tab file yang terbuka pada Sublime Text misalnya. Mari kita tunggu saja apa yang para pengembang akan ciptakan pada Touch Bar di Macbook Pro terbaru.

[Opini] Mengapa Apple tidak akan membuat Mac dengan layar sentuh

Macbook Pro baru dengan Touch Bar seolah menjadi penegasan kembali dari Apple bahwa mereka tidak akan pernah mengeluarkan perangkat Mac dengan layar sentuh. Langkah yang cukup kontras dibandingkan dengan Microsoft. Sebelum Apple mengumumkan Macbook Pro, Microsoft sudah terlebih dahulu mengenalkan all-in-one PC dengan layar sentuh bernama Surface Studio.

Apple tidak akan mengeluarkan Mac dengan layar sentuh bukan karena mereka tidak mampu memproduksinya, tetapi karena kehadiran layar sentuh pada perangkat desktop bukanlah sebuah pengalaman penggunaan yang baik. Craig Federighi pada peringatan 30 tahun Mac yang lalu mengatakan (via ArsTechnica):

“It’s obvious and easy enough to slap a touchscreen on a piece of hardware, but is that a good experience?” asked Federighi. “We believe, no.”

Menyentuh layar vertikal selain kurang ergonomis juga bukan tidak menyenangkan. Percobaan paling gampang adalah dengan menggunakan iPad + keyboard eksternal. I tried it and it really sucks. Jauh lebih cepat menggunakan keyboard shortcut dan mouse ketimbang menyentuh layar.

Dalam sebuah wawancara dengan CNET, beberapa petinggi Apple termasuk Jony Ive menjelaskan mengapa Apple tidak akan mengeluarkan Mac dengan layar sentuh:

A Touch Bar instead of a full-on touchscreen means disappointment for anyone hoping for iPads and MacBooks to merge into some new mobile gadget. That’s just not happening, the executives insist. It’s not because Apple can’t make a touchscreen Mac. It’s because Apple decided a touchscreen on a Mac wasn’t “particularly useful,” says Ive. And on the MacBook Pro, which keeps getting thinner and lighter, it could be “a burden.”

Apple tidak akan mengeluarkan Mac dengan layar sentuh sama seperti Apple tidak akan menggabungkan iOS dan macOS menjadi sebuah sistem operasi baru. Tak hanya membuang waktu, hal tersebut juga akan memboroskan sumber daya yang Apple miliki untuk merancang sistem operasi gabungan tersebut. Apa yang Apple lakukan adalah menambahkan fitur agar masing-masing perangkat yang dimilikinya dapat berkomunikasi dengan baik. Itulah mengapa Apple terus menambahkan fitur yang mempererat ekosistem antar perangkatnya seperti Handoff dan Continuity.

Dengan Handoff dan Continuity, pengguna bebas memilih melanjutkan pekerjaannya dengan perangkat yang diinginkan. Butuh touchscreen? Pakai iPad. Butuh mencari gambar serta menyisipkan referensi dengan mudah? Pakai Mac.

Touch Bar bukanlah jawaban atas bagaimana Apple membawa layar sentuh ke Mac. Dan memang bukan niat Apple membawa touch screen dengan kehadiran Touch Bar. Touch Bar adalah bagaimana Apple membawa sebuah perangkat input dan kontrol dengan cara baru. Matthew Panzarino lewat TechCrunch:

Having a discrete bar that can update with context, allowing you to take those dozen daily actions makes total sense. Far more sense than bolting a touch screen onto a non-touch-optimized OS and forcing you to poke at tiny buttons meant for a mouse.

Let’s embrace the evolution Apple brings with the new Macbook Pro. And accept the fact that iOS and macOS won’t merging anyday as Apple won’t ship macOS with touchscreen.