Tips bagikan lagu atau playlist dari Apple Music

Apple Music adalah layanan streaming musik pilihan saya meski sekarang ini sudah banyak layanan streaming musik yang masuk ke Indonesia. Saya masih ingat ketika dulu saya harus menggunakan VPN untuk dapat menggunakan Spotify kala Apple Music belum tersedia. Alasan saya menggunakan Apple Music sederhana, integrasi dengan iOS. Tak perlu unduh aplikasi dan cukup daftarkan Apple ID untuk mulai berlangganan.

Untuk masalah pilihan lagu rasanya hampir setiap layanan streaming musik memiliki koleksi yang setara. Setidaknya setiap layanan streaming musik sudah memiliki lebih dari 30 juta lagu di dalamnya. Salah satu kekurangan dari Apple Music adalah fitur berbaginya. Kamu tak bisa melihat playlist yang dimiliki teman atau kerabat namun kamu bisa meminta mereka membagikannya. Nah, perihal berbagi kamu bisa membagikan lagu atau playlist dengan mudah dari Apple Music, caranya sebagai berikut:

Membagikan lagu dari Apple Music

  1. Pilih lagu yang akan dibagikan, tap pada tombol bergambar titik tiga.
  2. Tap pada tombol Share untuk memunculkan share sheet.
  3. Selanjutnya tinggal bagikan lagu tersebut ke iMessage, Facebook, Twitter atau aplikasi lainnya.

Tips bagikan lagu atau playlist dari Apple Music
Tips bagikan lagu atau playlist dari Apple Music

Tips bagikan lagu/ playlist dari Apple Music

Membagikan playlist dari Apple Music

Untuk membagikan playlist dari Apple Music cukup mudah, tinggal tap tombol share di bagian bawah deskripsi playlist.

Tips bagikan lagu atau playlist dari Apple Music
Tips bagikan lagu/ playlist dari Apple Music
Ya, kekurangan Apple Music adalah fitur sosialnya dimana kita tidak bisa mengetahui dengan mudah playlist yang dimiliki oleh seseorang seperti pada Spotify. Namun setidaknya cara di atas bisa digunakan ketika ingin membagikan musik kepada kerabat atau teman yang sedang mencari rekomendasi lagu atau playlist baru. Atau jika kamu ingin berbagi lagu atau playlist antar layanan streming musik, bisa gunakan SoundShare. Saya pernah membahasnya di DailySocial beberapa waktu yang lalu.

Apple Music sendiri kini hadir dengan dua skema berlangganan. Personal dengan harga Rp 69ribu ataupun Family dengan harga Rp 119ribu yang bisa dinikmati hingga 6 orang. Pada iOS 10 nanti, selain perombakan desain dengan tampilan huruf yang lebih besar dan tebal, akan adanya dukungan tampilan lirik dari lagu yang sedang diputar. Dengan demikian kamu tak perlu lagi menggunakan layanan pihak ketiga seperti MusiXmatch

Sekian tips kali ini, nantikan tips mengenai iPhone, iPad dan Mac selanjutnya hanya di UNAPPOLOGETIC.

Tips amankan catatan di Notes dengan Touch ID dan Password

Sejak iOS 9.3, Apple menambahkan sejumlah fitur. Salah satu diantaranya adalah fitur keamanan Touch ID atau password yang bisa dipasang di aplikasi Notes. Aplikasi Notes sekarang memiliki fungsionalitas lebih misalnya menyimpan corat-coret gambar, formatting yang lebih lengkap serta link preview ketika ditambahkan dari share extensions.

Karena Notes bisa saja menyimpan catatan penting dan bersifat pribadi, Apple menambahkan fitur keamanan tersebut. Kamu bisa mengunci catatan pilihan saja di Notes. Kalau kamu belum menggunakan fitur pengamanan Touch ID atau password di aplikasi Notes, seperti ini cara mengaturnya:

Mengatur Touch ID atau Password untuk aplikasi Notes di iPhone atau iPad

  1. Buka aplikasi Settings > Notes
  2. Pilih Password dan aktifkan Touch ID
  3. Jika diminta untuk membuat password, silakan isi dengan password yang kamu inginkan.

Tips amankan catatan di Notes dengan Touch ID dan Password

Tips amankan catatan di Notes dengan Touch ID dan Password

Dengan cara di atas kamu sudah mengaktifkan fitur keamanan untuk aplikasi Notes di iPhone dan iPad. Lalu untuk mengunci sebuah catatan caranya:

Mengunci catatan di Notes

  1. Buka aplikasi Notes
  2. Dari catatan yang telah disimpan atau catatan yang baru kamu buat tap tombol share di pojok kanan atas
  3. Tap Lock Note
  4. Masukkan password yang telah kamu buat di langkah sebelumnya
  5. Untuk mengunci catatan tap pada tombol bergambar gembok di pojok kanan atas
  6. Kini catatan tersebut sudah aman terkunci menggunakan Touch ID dan password yang telah kamu atur.

Tips amankan catatan di Notes dengan Touch ID dan Password

Tips amankan catatan di Notes dengan Touch ID dan Password

Meski saya tak menggunakan aplikasi Notes di perangkat iPhone atau iPad namun fitur keamanan yang ditambahkan oleh Apple saya rasa tepat. Saya pernah menjumpai beberapa kawan saya menyimpan catatan bersifat pribadi dan rahasia pada aplikasi Notes seperti no rekening, alamat, dsb. Sangat rawan apabila perangkat tersebut hilang atau jatuh ke tangan orang yang salah.

Selain pengamanan Notes dengan Touch ID dan Password, iOS 9.3 juga dibekali sejumlah fitur baru seperti Night Shift, tambahan 3D Touch shortcuts untuk aplikasi Weather, Settings, Health, App Store, iTunes Store.

Silakan coba tips di atas dan amankan catatan yang tersimpan di perangkat iPhone dan iPadmu

Scan QR Code pakai iPhone dengan Launch Center Pro

Ketika berjalan-jalan di mal, entah itu berbelanja atau makan saya sering menemukan beberapa layanan yang menawarkan aplikasi mobilenya. Aplikasi mobile baik itu di App Store maupun Google Play Store biasanya dihadirkan dalam bentuk QR code. Kamu cukup memindainya dengan menggunakan kamera untuk mengunduh aplikasi tersebut. Sayangnya, aplikasi Camera di iOS belum ada memiliki kemampuan memindai QR code secara langsung. Nah, solusinya adalah dengan menggunakan Launch Center Pro.

Baca selengkapnya

DeskConnect, permudah transfer file antar iPhone, iPad dan Mac

Apple sudah menyiapkan AirDrop, sebagai sarana bertukar file antara perangkat iPhone, iPad dan Mac. Penggunaanya pun mudah, cukup aktifkan AirDrop dari Control Center dan kamu sudah bisa menerima file dari yang dikirimkan. AirDrop menggunakan koneksi Bluetooth dan Wifi sebagai sarana transfer file. Sayangnya, akhir-akhir ini AirDrop di iPhone dan iPad saya sering tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Seringnya iPhone atau iPad tidak bisa menemukan perangkat lainnya padahal AirDrop sudah diaktfikan. Untuk itulah saya menggunakan DeskConnect sebagai aplikasi alternatif pengganti AirDrop.
<!–more–>

DeskConnect masih satu famili dengan Workflow, aplikasi otomasi di iOS. Sama seperti AirDrop, kamu bisa mengirimkan gambar, foto, tautan, lokasi peta dan berbagai file lainnya antar perangkat Apple. Menggunakan DeskConnect pun cukup mudah, tinggal buat akun dari aplikasinya dan Anda sudah siap mengirimkan file ke perangkat Apple yang juga memiliki DeskConnect dengan akun yang sama.

Aplikasi dan pendaftaran akun DeskConnect bisa didapatkan secara gratis. Untuk mengirim file, foto atau tautan tak perlu membuka aplikasinya. DeskConnect memiliki share extension yang dapat kamu aktifkan sehingga mempermudah pengiriman file dari aplikasi manapun.

DeskConnect, permudah transfer file antar iPhone, iPad dan Mac
Kirim tautan via DeskConnect share extensions dari Safari

Untuk mengirim link dari Safari, cukup tekan tombol Share dan pilih ikon aplikasi DeskConnect. Begitupun dengan mengirim foto, cukup pilih beberapa foto yang akan dikirim, tekan share dan pilih DeskConnect. Kamu bisa memilih perangkat tertentu yang dituju ataupun ke semua perangkat sekaligus.

DeskConnect, permudah transfer file antar iPhone, iPad dan Mac
Kirim foto via DeskConnect share extensions dari Camera Roll

Pada aplikasinya di Mac, DeskConnect hadir di menu bar dan Anda bisa memilih file-file tertentu untuk dibuka dan disimpan. File yang diterima di Mac disimpan selama 30 hari sebelum dihapus dan kalau kamu ingin melihat semua file yang sudah diterima di Mac tinggal buka folder sementara DeskConnect di ~/Library/Containers/com.deskconnect.mac/Data/Library/Application Support/DeskConnect

DeskConnect permudah transfer file antar iPhone, iPad dan Mac

Lalu apa bedanya dengan Dropbox atau Google Drive? Kenapa ‘ngga diupload aja ke cloud storage? DeskConnect hanya sebagai sarana untuk berkirim file dan bukan menyimpannya. Untuk file-file yang ingin saya simpan dan butuhkan di kemudian hari tentu akan saya upload di Dropbox/ Google Drive. Transfer file antar perangkat di DeskConnect pun terbilang cepat. Foto, gambar atau screenshot yang saya kirim biasanya muncul dengan segera di perangkat lain sesaat setelah dikirimkan.

Bagi kamu yang mengalami masalah dengan AirDrop, DeskConnect bisa menjadi salah satu alternatif untuk bertukar file antar iPhone, iPad dan Mac. Selamat mencoba!

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur

Sejak menjadi penulis lepas untuk salah satu media teknologi dua tahun yang lalu saya telah mencoba berbagai macam text editor. Tak hanya di iPhone dan iPad saya pun mencoba bermacam text editor di Mac hingga PC hingga akhirnya saya memilih Sublime Text. Sublime Text unggul pada fitur kustomisasi dengan beragam plugins serta tema dan tersedia di hampir seluruh sistem operasi desktop. Sublime Text dengan plugins Markdown Editing adalah pilihan saya untuk menulis di PC.

Editorial, 1Writer, Drafts, dan iA Writer adalah beberapa text editor yang pernah saya gunakan di iOS. Semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Editorial, 1Writer dan Drafts unggul pada fitur automation sedangkan iA Writer memberikan pengalaman menulis yang menyenangkan didukung dengan font dan tampilan yang cantik. Lalu hadirlah update untuk Ulysses yang menjadi aplikasi universal dan dapat digunakan baik di iPhone atau iPad. Kehadiran update Ulysses di iPhone mendapat banyak pujian dan review positif dari para blogger seperti Federico Viticci dan Chartier. Ulysses bukan hanya ditujukan untuk para blogger namun dapat juga digunakan untuk menulis novel, script hingga paper bagi akademisi.

Penasaran seperti apa Ulysses, saya pun langsung mengunduh dan mencobanya. Ulysses menawarkan pengalaman berbeda dari beberapa text editor yang pernah saya gunakan. Menurut saya, Ulysses adalah text editor yang tak hanya kaya fitur namun juga cantik dan menyenangkan untuk digunakan. Setelah beberapa minggu menulis menggunakan Ulysses, saya mulai menyukainya. Perlu sedikit penyesuaian ketika menulis dengan menggunakan Ulysses namun setelah terbiasa, sulit rasanya kembali menulis dengan cara yang lama. 5 alasan inilah yang membuat saya menyukai Ulysses and I think you’ll love it too1.

Penuh Kustomisasi

Baik di iPhone, iPad dan Mac memiliki dark mode sehingga menulis di malam hari lebih nyaman. Kamu juga bisa mengkustomisasi bagian editor tempat di mana kamu menulis di Ulysses dengan warna-warna favorit kamu sehingga menulis terasa lebih menyenangkan. Kalau tak ingin repot mengkustomisasi warna serta markup di text editor, Ulysses telah menyediakan sebuah laman Ulysses Style Exchange tempat pengguna bisa saling berbagi tema yang digunakan.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Pengaturan kustomisasi di Ulysses

Ingin mengganti font? Bisa. Ulysses menyediakan beberapa font untuk kamu pergunakan. Jika terasa kurang, kamu bisa menginstall font tambahan dari Dropbox ataupun iCloud Drive. Spacing dan ukuran font juga bisa kamu atur di Ulysses.

File Managements

Pada Ulysses, kita menyebut files tulisan sebagai sheets. Sheets tersebut dapat diorganisir sesuai dengan keinginan kita. Kita bisa memecah sebuah tulisan menjadi beberapa sheets lalu menggabungkannya lagi. Fitur yang cukup berguna bagi kamu yang memperlukan fokus lebih untuk beberapa bagian tulisan yang sedang kamu kerjakan. Ulysses secara otomatis menyimpan tulisan. Terdapat fitur backup juga sehingga kamu tak perlu khawatir kehilangan tulisan yang sedang dikerjakan.

iCloud Drive baru menjadi satu-satunya opsi pilihan untuk menyimpan tulisan. Keuntungannya adalah kamu bisa mengaksesnya dengan mudah di iPhone, iPad atau Mac. Sinkronisasi iCloud Drive pun cukup cepat. Lalu bagaimana jika kita menyimpan tulisan di Dropbox? Jangan khawatir karena Ulysses sedang mempersiapkan update yang membawa dukungan penyimpanan eksternal seperti Dropbox yang sedang dalam tahap beta dan akan dirilis tak lama lagi.

Ulysses menyediakan keyword sebagai salah satu cara organisir file tulisan. Dengan keyword kamu bisa lebih mencari file lebih cepat. Lebih lagi, Ulysses juga dapat menyimpan attachment seperti catatan, gambar, PDF yang dapat digunakan untuk membantumu dalam menulis.

Plain Text Enhanced

Ulysses mengenalkan plain text enhanced dengan Markdown XL sebagai sintaks utama yang merupakan cabang dari Markdown milik John Gruber. Untuk mempermudah formatting tulisan, terdapat tiga tombol shortcut di atas keyboard untuk mempercepat penulisan. Membuat heading, italic, bold hingga menambahkan footnote bisa dengan mudah menggunakan custom keyboard shortcut yang telah disediakan.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Ulysses keyboard dengan sejumlah opsi formatting

Menyisipkan link di Ulysses sedikit berbeda. Jika di Markdown link dapat ditulis dengan syntax sebagai berikut [tulisan yang ingin ditambahkan link](http://link-atau-url) maka di Ulysses terdapat sebuah pop-up URL dan Title yang harus diisi. Tulisan yang diberi link kemudian akan di highlight. Lebih rapi dan enak untuk dibaca. Sama halnya dengan menambahkan footnote, terdapat pop-up, isi footnote and that’s it! Mudah bukan?2

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Menyisipkan link di sebuah kata atau kalimat di Ulysses
Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur
Menyisipkan catatan kaki pada tulisan di Ulysses

Salah satu favorit saya adalah annotations yang tersedia di Ulysses yang tidak dimiliki oleh text editor lain. Pada dasarnya annotations memungkinkan kita memiliki sebuah catatan dari sebuah kalimat atau paragraf.

Keyboard Shortcut

Jika kamu menggunakan keyboard external di iPad, Ulysses sudah mendapatkan dukungan keyboard shortcut yang bisa membuatmu bekerja lebih cepat. Keyboard shortcut ini bisa kamu lihat dengan tap dan hold pada tombol Command ketika menggunakan Ulysses. Atau selengkapnya bisa kamu lihat seperti pada cheatsheet di bawah ini.

Ulysses, teks editor minimalis dengan segudang fitur

Export Options

Tulisan yang kamu buat di Ulysses dapat diexport ke beberapa format seperti HTML, PDF, ePub hingga file Word. Selain pilihan export yang beragam dan kamu bisa mengkustomisasi hasil exportnya dengan tema tertentu, Ulysses juga sudah mendukung untuk mengunggah tulisan ke Medium. Ke depannya Soulmen sang pengembang Ulysses akan menambahkan fitur publishing ke WordPress yang kini sedang diuji pada tahap beta berbarengan dengan fitur external files dari Dropbox.

Saya sedang mencoba ke dua versi Ulysses baik Mac dan iOS dan kedua fitur tambahan tersebut benar-benar membuat saya menyukai Ulysses, saya tak perlu lagi copy paste dari text editor ke WordPress. Cukup publish dari Ulysses.

Kesimpulan

Ulysses bukan satu-satunya aplikasi pengolah teks yang ada di App Store. Terdapat beragam aplikasi pengolah teks dan banyak pula yang bisa digunakan secara gratis. Namun dengan fitur yang dibawa serta beragam kustomisasi, Ulysses adalah pilihan saya untuk menulis tugas-tugas kuliah, catatan pekerjaan hingga artikel di blog. Ulysses menggabungkan text editor minimalis dengan segudang fitur dan mengedepankan konsep yang berfokus pada konten tulisan. Try it and you’ll love it.

Happy writing!

Download – Ulysses – Rp 359ribu

  1. You should really give it a try, I mean it.
  2. Fokus pada konten yang sedang kamu kerjakan adalah tujuan utama Ulysses. Oleh sebab itulah footnote dan sisipan link di tulisan dibuat semudah dan sesederhana mungkin tanpa harus memikirkan formatting seperti pada sintaks Markdown asli.

Tips Menggunakan Opera VPN di iPhone dan iPad

Opera kini bukan hanya sekedar browser. Baru saja Opera meluncurkan sebuah aplikasi yang membuatmu bisa lancar internetan yang bernama Opera VPN. Dengan VPN kamu bisa internetan dengan aman dan bebas mengunjungi situs tanpa pemblokiran. Opera VPN merupakan aplikasi standalone yang bisa kamu gunakan di iPhone atau iPad secara gratis dan bisa kamu gunakan langsung selama memiliki paket data internet.

Opera menggunakan layanan SurfEasy VPN yang telah diakuisisinya pada Maret yang lalu. Meski SurfEasy memiliki aplikasinya sendiri di Android, iOS dan desktop namun SurfEasy menerapkan biaya berlangganan setelah trialnya abis. Penasaran seperti apa Opera VPN dan cara menggunakannya? Mari kita bahas.

Opera VPN dapat diunduh secara gratis di App Store. Ketika hendak mengunduh Opera VPN, saya dialihkan ke App Store US. Ada kemungkinan aplikasinya belum tersedia di App Store Indonesia namun jika kamu memiliki akun Apple ID USA, kamu bisa langsung mengunduhnya. Kalau belum memiliki akun Apple ID USA, cek cara bikinnya di sini.

Setelah aplikasinya terinstall:

Mengaktifkan Opera VPN

  1. Buka Opera VPN, tap Continue. Kamu bisa mengikuti pendahuluannya atau menekan Skip pada sebelah kanan atas.
  2. Selanjutnya ada sebuah profil VPN yang harus diinstall oleh Opera VPN, tap Allow pada pop up yang muncul.
  3. Untuk mengaktifkan VPN, cukup aktifkan pada panel Settings.

Tips Menggunakan Opera VPN di iPhone dan iPad

Kamu akan secara otomatis terhubung dengan server VPN terdekat dengan lokasi kamu. Ada beberapa pilihan lokasi seperti Kanada, Jerman, Belanda, Singapura dan Amerika Serikat yang bisa kamu gunakan. Cara menggantinya pun mudah.

Mengganti Server VPN di Opera VPN

  1. Setelah Opera VPN aktif, tap pada tombol bergambar petir di ujung atas sebelah kanan
  2. Sebuah pop-up akan muncul dan kamu bisa memilih server VPN di daerah mana yang akan kamu gunakan.
  3. Setelah memilih lokasi server baru, koneksi internet kamu akan berpindah ke negara yang kamu pilih.

Tips Menggunakan Opera VPN di iPhone dan iPad

Opera VPN juga menyediakan fitur pemblokiran iklan serta pelacak yang terdapat pada web yang sedang kamu kunjungi. Agar semakin informatif, Opera juga menyediakan fitur statistik untuk melihat seberapa banyak iklan dan trackers yang sudah terblokir selama kamu internetan.

VPN dapat menjadi salah satu cara untuk mengunjungi website yang terkena pemblokiran oleh penyedia layanan internet. Bukan bermaksud untuk mengajarkan yang tidak-tidak namun pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah agak menyebalkan menurut saya. Bagaimana menurutmu? Apakah akah menggunakan Opera VPN? Sampaikan di kolom komentar ya!