iPhone 6s Plus vs Galaxy Note 7, mana yang lebih cepat?

Seperti biasa, PhoneBuff baru saja merilis sebuah video adu kecepatan antar smartphone terbaru milik Samsung, Galaxy Note 7 dan iPhone 6s Plus yang sudah hampir satu tahun dirilis. Hasilnya? iPhone masih jauh lebih cepat dalam mengeksekusi serta menjalankan aplikasi maupun games. Sedikit perbandingan spesifikasi, Galaxy Note 7 mengemas RAM 4 GB dan Octa-core prosesor sementara iPhone 6s Plus memiliki 2 GB RAM dan Dual-core prosesor.

Setelah melihat video tersebut saya jadi ingat sebuah quotes dari Alan Kay yang kemudian juga dikutip oleh Steve Jobs:

People who are really serious about software should make their own hardware.

Perbedaan terbesar Samsung dan Apple adalah Apple mampu mengontrol semua perangkat keras dan lunak yang dirilisnya. Harmonisasi antara hardware dan software inilah yang kemudian menciptakan pengalaman pengguna lebih baik. iPhone, iPad dan Mac memang bukan perangkat yang murah untuk dimiliki, terlebih di Indonesia dengan segala tetek bengek biaya tambahan lainnya. Namun rasanya hal tersebut sebanding dengan perangkat yang masih bisa menjalankan OS terbaru setelah 4 tahun dirilis serta harga jual kembali perangkatnya tidak menurun drastis.

See it for yourself from video below

Wawancara Fast Company dengan Bob Messerschmidt tentang pengalamannya selama 3 tahun bekerja di Apple

Mark Sullivan merilis wawancara dengan Bob Messerschmidt, salah seorang yang termasuk dalam tim pengembangan Apple Watch. Bob mengungkapkan tentang apa yang dipelajarinya selama 3 tahun bekerja di Apple. Beberapa kutipan menarik selama wawancara:

At Apple I learned that design and user experience is everything when it comes to consumer products. It’s not so much the technology. It’s the design of the product that creates that sense of happiness in the user.

If you look at products like the iPhone or the iPad there aren’t too many totally new technologies included in those products. The real elegance and differentiation doesn’t have a lot to do with the technology idea itself; it’s about the packaging and the value add it gives to people. Those big (new technology) ideas generally happen elsewhere, and they happen earlier.

[…]

That was really the beauty of SJ [Steve Jobs]; it was the ability to say no, unless it was absolutely a blow-the-doors-off, knock-your-socks off product. That’s one of the things I learned: Say no until it’s just right.

Tim Cook dan 5 tahun pertamanya di Apple

The Washington Post merilis hasil wawancara dengan Tim Cook selaku CEO Apple. Membahas berbagai hal seperti kedekatannya dengan para customers, privacy, penjualan iPhone yang menurun, Steve Jobs, isu-isu sosial, dsb. Berikut beberapa kutipan yang saya ambil dari wawancara tersebut.

You’ve talked about privacy being part of Apple’s values. How personal is it for you? You’re known as a very private person. You grew up gay in a red state. Did those early years have an impact on how you lead Apple and on your public stances about privacy?

Undoubtedly, your childhood and your upbringing is a constant across your life in terms of the things you learn and your point of view.

But in terms of privacy, I wouldn’t link the two. There’s a broader thing in play. Privacy, in my point of view, is a civil liberty that our Founding Fathers thought of a long time ago and concluded it was an essential part of what it was to be an American. Sort of on the level, if you will, with freedom of speech, freedom of the press. The other thing is how all this data sits out there in different places. I do worry about people not really understanding deeply about what kinds of things are out there about them. So it’s really both of those — not really the growing up in the South.

Let’s jump to Apple’s future. You made some statements in the earnings call about artificial intelligence that got a lot of attention. Can Apple catch up with the AI efforts from companies like Facebook, Google and Amazon?

Let me take exception to your question. Your question seems to imply that we’re behind.

Let’s take a look at that. We’ve been shipping Siri since 2011, and Siri is with you all of the time. Which I think most people would want an assistant with them all the time, whether they’re at work or at home or in between or on the soccer field. You don’t think of your to-do list, so to speak, only when you’re in your kitchen. And the breadth of Siri is unbelievable. Increasingly, Siri understands things obviously without having to memorize certain ways to say things. The prediction of Siri is going way up. What we’ve done with AI is focus on things that will help the customer. And we announced in June that we’re opening Siri to third parties, so third-party developers can now use Siri. So a simple example with that, whatever kind of ride-sharing app you might use, Uber or Lyft in the United States, you could just — using your voice — order the car. So third-party developers are writing tons of those that will be available to the public in the fall. And that’s how we’re broadening Siri in a huge way.

Do you have a concern about privacy as you push into AI?

No. I think that talented people can come up with fantastic ways of using AI without violating privacy. There’s a new technology called differential privacy which essentially looks at large data sets to predict user behaviors and requests without going to the precise individual, which might violate privacy.

Apple yang sekarang berbeda dengan Apple yang dahulu dipimpin oleh Steve Jobs. Gaya kepemimpinan Tim Cook yang lebih tenang serta keterbukaan ditunjukkannya dengan semakin terbukanya Apple terutama terhadap isu-isu sosial. This is a very nice read.

Apple siapkan Macbook Pro baru

Mark Gurman, jurnalis yang terkenal lekat dengan informasi terbaru seputar Apple melaporkan dari Bloomberg bahwa Apple tengah mempersiapkan update untuk Macbook Pro. Tak hanya update prosesor dan RAM, kali ini Apple berencana untuk merombak total laptop besutannya.

Beberapa poin dari laporan Mark:

  • Akan terdapat sebuah OLED display di bagian atas keyboard angka sebagi pengganti tombol Fn. Persis seperti rumor dari KGI Securities analis Ming-Chi Kuo
  • Touch ID. Selain untuk mengamankan Macbook Pro terbaru, juga dapat digunakan untuk autentikasi Apple Pay di web. Sama seperti iPhone, sidik jari yang tersimpan akan dienkripsi dan tidak dapat dihapus
  • Ukuran yang lebih tipis, trackpad lebih lebar dari model sebelumnya.
  • Pilihan konfigurasi kartu grafis dari AMD.
  • USB Type C sebagai sarana koneksi1
  • Pilihan warna Gold, Rose Gold, dan Silver

Belum jelas kapan Apple akan mengumumkan Macbook Pro terbarunya ini. Dalam laporannya, Apple tidak mungkin mengumumkannya berbarengan dengan event perkenalan iPhone terbaru pada 7 September mendatang.
Tebakan saya, Apple akan mengumumkannya setelah bulan September.

Apple terkenal gemar menipiskan perangkatnya. Bukan tak mungkin Macbook Pro terbaru yang tengah disiapkan tersebut bakal lebih tipis lagi ketimbang Macbook Pro Retina Display yang ada sekarang. Saya tak ada masalah dengan kebiasaan Apple yang suka membuat perangkat terbarunya lebih tipis dari sebelumnya, hanya saja saya lebih ingin melihat Apple memberikan dukungan lebih pada Macbook Pro. Dukungan terhadap konten VR misalnya.

Apapun yang tengah dipersiapkan oleh Apple akan menjadi akhir penantian panjang. Saran saya, apabila kamu berencana untuk upgrade Macbook Air Pro yang kamu miliki, ada baiknya untuk bersabar terlebih dahulu.


  1. Semoga tidak hanya satu seperti Macbooks. Sebagai lini laptop yang menyasar power user, lucu rasanya jika Apple hanya menyertakan satu colokan sebagai sarana koneksi 

Bozoma Saint John: It’s about passion, not algorithms

Bozoma Saint John ketika diwawancarai oleh Mark Sullivan dari Fast Company:

Yeah, it’s important, it really is important. Human curation allows you to have the emotion and feel music, because it is a very emotional thing. It makes you feel happy, it helps you when you are feeling sad, gets you pumped up, calms you down. You want me to keep going? Because I could preach. I think it is a very emotional thing and you should treat it as such. We as humans have that and we can express it.

Ada satu hal yang membedakan Apple Music dari layanan streaming lainnya yaitu kurasi manual untuk playlist dan rekomendasi lagu. Dengan kurasi manual, Apple Music diharapkan lebih tepat dalam menyarankan lagu atau playlist ke pengguna berdasarkan pilihan artis dan genre.

Selain Apple Music, Apple News juga dikurasi secara manual. Alasannya? Saya rasa sama dengan apa yang diungkapkan oleh Bozoma Saint John.

Apple umumkan bug bounty program

Russel Brandom melaporkan dari The Verge:

Apple is planning a new bug bounty program that will offer cash in exchange for undiscovered vulnerabilities in its products, the company announced onstage at the Black Hat conference today. Launching in September, the program will offer cash rewards for working exploits that target the latest version of iOS or the most recent generation of hardware. It’s the first time Apple has explicitly offered cash in exchange for those vulnerabilities, although the company has long maintained a tip line for disclosing security issues.
[…]
For now, the new program is also limited to five distinct categories of bugs. The most valuable category — worth up to $200,000 — is vulnerabilities that compromise the secure boot firmware components, cutting at the heart of Apple’s hardware protections. Notably, those vulnerabilities are also particularly useful for jailbreaks. Smaller rewards are available for the extraction of data from the Secure Enclave, extraction of arbitrary code, escaping a sandboxed process, and obtaining unauthorized access to iCloud account data.

Apple bukan yang pertama menggelar program pencarian bug di sistem operasi yang dimilikinya. Google dan Microsoft sudah memiliki program yang sama sebelumnya bahkan menurut laporan Russel, Google membayar para hacker sebesar $2M untuk seluruh bug yang ditemukan dan sebagian besar berasal dari Android.

Keamanan merupakan salah satu faktor mengapa saya sampai sekarang masih setia menggunakan produk Apple. Bahkan hingga iOS 10 Apple masih berusaha untuk tetap menjaga kerahasiaan data penggunany. Differential Privacy adalah salah satu contohnya dimana Apple menggunakan machine learning untuk dapat menganalisa setiap objek dalam foto yang tersimpan tanpa harus mengetahui data-data yang tersimpan di dalamnya.

Faktor lain terkait keamanan adalah Apple dapat dengan mudah mengeluarkan update untuk menutup celah keamanan bagi semua perangkatnya secara bersamaan. Bahkan bagi perangkat yang tidak lagi mendukung versi software terbaru. Berbeda dengan Android dimana setiap update yang dikeluarkan oleh Google tidak bisa langsung diinstall melainkan harus melalui vendor terkait terlebih dahulu (Samsung, Lenovo, dll)