MacPaw hadirkan CleanMyMac X dengan tampilan dan sejumlah fitur baru

Pada ulang tahunnya yang ke sepuluh, MacPaw selaku pengembang dari beberapa aplikasi populer untuk Mac merilis CleanMyMac X. CleanMyMac X merupakan salah satu aplikasi utilitas yang bermanfaat untuk membersihkan file sampah yang tersimpan. File-file yang mungkin tidak kamu perlukan tersebut akan dihapus. Keuntungannya, kamu bisa memiliki storage lebih lega dan Mac berjalan lebih lancar.

Baca selengkapnya

Cara Mengecek Aplikasi 32-Bit di Mac

Pada ajang WWDC tahun kemarin, Apple mengatakan bahwa macOS High Sierra adalah versi sistem operasi Mac terakhir yang akan mendukung aplikasi dengan teknologi 32 bit. Hal ini semakin ditegaskan dengan release note versi beta macOS High Sierra 10.13.4 yang sedang diujicobakan kepada para pengembang. Dalam catatan rilisnya, Apple mengatakan bahwa mulai macOS High Sierra 10.3.4, aplikasi dengan teknologi 32 bit akan memunculkan pop-up warning sekali. Lalu, bagaimana cara mengetahui aplikasi apa saja yang perlu diupdate ke 64 bit? Simak tutorialnya berikut ini.
Baca selengkapnya

8 aplikasi Mac terbaik yang bisa didapat di Setapp

Beberapa waktu yang lalu saya sempat membahas mengenai layanan Setapp. Bagi kamu yang belum tahu, Setapp adalah layanan mirip Netflix tapi untuk aplikasi. Cukup dengan membayar biaya berlangganan bulanan, kamu sudah bisa menggunakan puluhan aplikasi Mac secara bebas. Layanan yang digelar oleh grup pengembang MacPaw ini sudah memiliki lebih dari 60 aplikasi dari beragam kategori mulai dari produktivitas, hiburan, finansial dan masih banyak lagi.

Selain menggelar layanan Setapp, MacPaw sendiri telah memiliki beberapa aplikasi yang bermanfaat untuk memastikan komputer Mac berjalan dengan lancar yaitu CleanMyMac dan Gemini. Berikut adalah 8 aplikasi terbaik yang bisa kamu dapat jika berlangganan Setapp. Apa saja? Mari kita bahas satu persatu.

Baca selengkapnya

Tim pengembang Pixelmator umumkan Pixelmator Pro, aplikasi edit foto baru dengan dukungan machine learning

Tim pengembang aplikasi terbaik alternatif pengganti Photoshop di Mac, Pixelmator, baru saja mengumumkan aplikasi terbarunya yang akan hadir musim gugur mendatang. Pixelmator Pro, dengan nama sandi Whirlind akan membawa standar baru aplikasi edit foto di Mac yang menggabungkan fitur canggih serta kemudahan penggunaan. Dalam rilisnya:

Pixelmator Pro is an image editor packed full of innovations. From a reimagined editing workflow and simplified editing tools to machine learning powering all-new, intelligent image editing features. So the tools at your fingertips are smarter and more powerful, yet more intuitive and easier to use than ever before.

Pixelmator Pro akan memanfaatkan GPU di Mac serta Metal 2 untuk mendukung sejumlah tools pengolahan foto. Tak berhenti di situ, tim pengembang dari Pixelmator juga menggunakan framework machine learning, CoreML pada fitur yang lebih kompleks seperti Repair tool.

Belum ada kepastian berapa harga Pixelmator Pro. Tetapi, mengingat kini semakin banyak aplikasi yang menggunakan sistem berlangganan, bukan tak mungkin Pixelmator Pro akan mengambil langkah serupa.

Todoist, aplikasi yang bermanfaat untuk kelola daftar pekerjaan

Memiliki pekerjaan utama sambil kuliah dan masih menulis freelance tentu ada banyak hal yang harus saya kerjakan. Apabila tidak diorgansir dengan baik, yang ada pasti kekacauan. Untungnya sekarang banyak sekali aplikasi to-do list yang bisa digunakan. Semuanya menawarkan tujuan yang sama, membantu mengelola serta mengorganisir daftar pekerjaan. Saya pribadi sudah sering bergonta-ganti aplikasi to do list untuk mencari yang mana yang paling pas dengan alur kerja saya. Berhubung saya sehari-hari di kantor menggunakan Windows, mau tak mau kriteria pertama adalah tersedia di beragam platform atau at least bisa diakses melalui web browser.

Wunderlist dan Todoist adalah dua layanan atau aplikasi rekomendasi yang paling sering muncul ketika saya melakukan pencarian di internet. Berhubung Wunderlist sendiri hendak dihentikan oleh Microsoft dan digantikan dengan To Do, maka pilihan saya sudah pasti jatuh ke Todoist. Lalu, apa itu Todoist dan apa saja fiturnya? Mari kita bahas.

Todoist adalah sebuah layanan pengelola daftar pekerjaan (task manager) yang diluncurkan oleh Amir Salifehendic pada tahun 2007 dan kini sudah memiliki lebih dari 5 juta pengguna. Todoist bisa diakses melalui browser dan aplikasinya juga tersedia di beragam sistem operasi, Windows, Chrome, macOS dan bahkan sebagai browser extensions. Hal ini sangat mempermudah sekali untuk melihat tugas apa yang harus diselesaikan. Freemium menjadi model bisnis Todoist. Layanannya bisa digunakan secara gratis, tetapi untuk dapat menikmati fiturnya secara lengkap, kamu harus membayar biaya berlangganan sebesar $28.99 pertahun.

Tampilan yang sederhana, mudah dipahami dan digunakan

Memberikan pengalaman pengguna yang baik ketika layanan yang dimiliki tersedia di berbagai platfom bukan soal yang mudah. Namun tidak bagi Todoist. Tampilannya konsisten, mudah dipahami dan digunakan. Setidaknya itu pengalaman yang saya dapat ketika menggunakan Todoist di Windows, macOS dan iOS (iPhone dan iPad).

Ada 4 bagian utama di Todoist:

  • Inbox
  • Today
  • Next 7 days
  • Tab Projects, Labels dan Filters

Pada bagian bawah di iPhone dan iPad, terdapat sebuah tombol dengan simbol + untuk membuat entri pekerjaan baru. Biasanya, saya mengkategorikan daftar pekerjaan yang saya miliki ke dalam Projects. Kamu juga bisa menambahkan due date serta reminders untuk memunculkan notifikasi.

Todoist, aplikasi yang bermanfaat untuk kelola daftar pekerjaan
Tampilan Todoist di iPhone

Daftar tugas yang kamu miliki ditampilkan dengan rapi oleh Todoist. Terdapat sebuah titik berwarna sebagai penanda Projects, begitu pula Labels.

Memiliki fitur natural language untuk mempermudah pengelolaan daftar tugas

Bagi penganut metode produktivitas GTD pasti sudah paham bahwa ada langkah clarify setelah memasukkan daftar pekerjaan pada sebuah sistem tertentu. Begitu pula ketika menggunakan Todoist. Saya mengkategorikan daftar kerja ke dalam sebuah Projects di Todoist. Jika saya perlu menyelesaikannya sebelum tenggat waktu tertentu, tinggal tambahkan due date atau reminders.

Karena Todoist memiliki fitur natural language, menambahkan hingga mengelola daftar pekerjaan menjadi sangat mudah. Saya cukup tap pada tombol + di Todoist dan ketik

Post Todoist review on Tue 2pm #blogging @unappologetic

yang akan secara otomatis tersimpan di projects bernama Blogging dengan label unappologetic serta memiliki due date hari Selasa pukul 14.00.

Apabila kamu memiliki pekerjaan yang rutin dilakukan dalam rentang waktu tertentu, fitur natural language di Todoist juga dengan mudah menerjemahkannya, berikut beberapa contohnya:

Pick up laundry every Sat at 8pm #personal

Todoist akan membuat sebuah daftar kerjaan Pick up laundry dengan due date tiap hari sabtu jam 20.00 di Projects Personal. Contoh yang lebih kompleks lagi:

Attend LIA course every tue and fri start 1 jun to 31 sept #personal @courses

yang akan tersimpan di Todoist sebagai Attend LIA Course dengan notifikasi pengingat tiap hari kamis dan jumat setiap jam 7 malam dan dimulai dari tanggal 1 Juni hingga 31 September di Projects Personal dengan label courses.

Kamu bisa pelajari selengkapnya mengenai dukungan natural language Todoist di tautan berikut.

Selain natural language, Todoist juga memiliki fitur Smart Schedule dengan bantuan teknologi AI. Smart Schedule akan memilihkan waktu yang tepat untuk setiap daftar pekerjaan yang sudah melewati due date. Tentu dengan menganalisa terlebih dahulu seberapa padat jadwal kerjamu lewat daftar yang tersimpan. Untuk menggunakannya, kamu tinggal tekan pada tombol Reschedule yang akan muncul pada bagian pojok kanan atas dari deretan daftar pekerjaan yang sudah overdue.

Miliki fitur kolaborasi, mendukung penambahan attachments hingga komentar

Todoist juga bisa digunakan untuk mengelola pekerjaan pada sebuah tim berkat fitur kolaborasi. Kamu bisa mengundang teman dan berbagi daftar pekerjaan pada sebuah projects, menambahkan attachments hingga berdiskusi lewat kolom komentar yang disediakan.

Ya, mengelola daftar pekerjaan dalam sebuah tim menjadi jauh lebih mudah karena beragam fitur yang dibutuhkan ada di satu tempat.

Dapat terintegrasi dengan layanan otomasi lainnya dengan mudah

Salah satu alasan lain mengapa saya memilih Todoist adalah layanan ini dapat diintegrasikan dengan mudah. Contoh paling gampangnya adalah integrasi dengan layanan web automation seperti IFTTT atau Zapier. Banyak applet-pada IFTTT dan zap-pada Zapier yang siap untuk digunakan. Berikut beberapa contohnya:

Todoist, aplikasi yang bermanfaat untuk kelola daftar pekerjaan

Selain integrasi dengan layanan web, aplikasi Todoist di iOS juga dilengkapi skema url. Dengan memanfaatkan skema url, Todoist bisa diakses lebih mudah oleh aplikasi lain semacam Drafts, Launch Center Pro, Workflow dan masih banyak lagi.

Share extensions dan Today Widget

Todoist, aplikasi yang bermanfaat untuk kelola daftar pekerjaan
Fitur natural language juga bisa digunakan ketika di share extensions

Layaknya aplikasi lain, Todoist memiliki share extensions dan today widget di Notifications Center. Share extensions bermanfaat untuk menambahkan entri baik dari Safari ataupun aplikasi lain. Jika diaktifkan dari Safari, Todoist akan langsung menggunakan nama tab dan tautan sebagai nama entri yang bisa di-tap.

Sedangkan pada Today Widget, kamu bisa mengetahui informasi pekerjaan apa saja yang harus diselesaikan pada hari tersebut. Kamu juga bisa membuka Todoist ataupun menambah entri daftar dari tombol Add Task.

Todoist membuat pengelolaan daftar pekerjaan menjadi lebih mudah

Beragam aplikasi to-do list sudah pernah saya coba. Mulai dari yang tersedia hanya di platform sistem operasi milik Apple, seperti OmniFocus atau Things, hingga yang berbasis web seperti Trello atau Wunderlist. Namun pada akhirnya saya tetap kembali menggunakan Todoist. Pertama, Todoist tersedia di hampir semua sistem operasi membuatnya mudah diakses dan kedua, fitur natural language-nya membuat langkah mengorganisir daftar yang tersimpan di Todoist menjadi lebih mudah. Jadi, kamu pakai aplikasi to-do list apa?

Vanilla, aplikasi alternatif dari Bartender untuk merapikan ikon aplikasi pada menu bar

Salah satu aplikasi yang wajib diinstall pada Mac baru ataupun yang sehabis install ulang macOS versi saya adalah Bartender. Tugasnya sederhana, merapikan ikon-ikon aplikasi yang berada di menu bar. Menjadikannya lebih rapi dan terlihat lebih lega. Dengan Bartender, ikon aplikasi bisa dipindahkan ke bar tambahan yang selanjutnya bisa kamu akses dengan klik pada ikon Bartender atau dengan mengatur keyboard shortcut.

Bartender merupakan aplikasi berbayar seharga Rp 200ribuan dan bisa kamu coba terlebih dahulu selama 2 minggu. Apabila kamu mencari alternatif yang lebih murah dengan fungsi yang hampir mirip dengan Bartender, rekomendasi saya adalah Vanilla dari developer indie Matthew Palmer.

Fungsinya mirip dengan Bartender namun gratis!

Vanilla bisa kamu unduh di sini dan digunakan secara gratis. Fungsinya mirip dengan Bartender, merapikan ikon aplikasi di menu bar dengan menyembunyikannya pada sebuah tombol khusus. Bedanya, jika Bartender menyembunyikan ikon-ikon tersebut pada sebuah bar tambahan, Vanilla tidak, melainkan Vanilla akan menyembunyikan ikon aplikasi pada sebuah tombol yang bisa bergeser. Ketika Vanilla dijalankan, ada sebuah titik dan tanda panah ke kiri. Ikon-ikon yang akan disembunyikan oleh Vanilla harus berada di antara dua simbol tersebut.

Untuk mengatur susunan ikon aplikasi, kamu bisa menggesernya disertai dengan menekan tombol Command.

Vanilla, aplikasi alternatif dari Bartender untuk merapikan ikon aplikasi pada menu bar

Ya, Vanilla bisa kamu gunakan secara gratis, tetapi kalau kamu ingin merasakan fiturnya secara lengkap, ada in-app-purchase sebesar $3.99 yang bisa kamu bayar. Fitur yang dibuka meliputi pengaturan untuk menjalankan aplikasinya ketika Login di Mac, mode sembunyi ikon otomatis setelah 5 menit dan mode untuk menyembunyikan ikon secara permanen.

Meski secara fitur Vanilla tidak selengkap Bartender, namun setidaknya bisa kamu jadikan alternatif untuk membuat tampilan menu bar lebih rapi dan lega. Oh ya, untuk dapat menggunakan Vanilla, pastikan Mac kamu sudah menggunakan macOS Sierra ya! Bagaimana menurutmu? Tertarik menggunakan Vanilla di Mac kamu? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya!

Gambar: Vanilla | Matthew Palmer

  • Download – Vanilla – Gratis ($3.99 untuk fitur lengkap)